Otoritas Penerbangan Sipil Iran secara resmi mengizinkan operasional kembali penerbangan internasional melalui Bandara Mashhad di wilayah timur laut negara tersebut mulai Senin, 20 April 2026. Keputusan ini menandai dimulainya pemulihan aktivitas udara sipil setelah penghentian total operasional sejak akhir Februari lalu.
Pengaktifan kembali layanan udara di bandara tersibuk kedua di Iran tersebut dikonfirmasi melalui pernyataan resmi pihak berwenang sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kebijakan ini menjadi fase awal dari rencana pembukaan wilayah udara negara tersebut secara bertahap kepada dunia internasional.
"Izin untuk mengoperasikan penerbangan penumpang internasional di Bandara Mashhad telah dikeluarkan, mulai besok," kata televisi pemerintah, mengutip Organisasi Penerbangan Sipil dilansir AFP, Minggu (19/4/2026).
Setelah pengumuman tersebut, otoritas terkait memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai ketersediaan akses perjalanan luar negeri melalui titik keberangkatan di wilayah timur Iran. Informasi ini disebarluaskan untuk memfasilitasi kebutuhan mobilitas warga yang terdampak penutupan wilayah udara sebelumnya.
Organisasi tersebut kemudian mengatakan bahwa para pelancong sekarang dapat "membeli tiket untuk rute internasional ke dan dari Bandara Mashhad," menurut kantor berita resmi IRNA.
Langkah pembukaan akses ini dilakukan menyusul penutupan seluruh bandara di Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari akibat pecahnya konflik bersenjata dengan Israel dan Amerika Serikat. Pemerintah setempat telah menyusun skema sistematis untuk mengaktifkan kembali sektor transportasi udara mereka secara perlahan.
Organisasi Penerbangan Sipil sebelumnya menjelaskan bahwa proses normalisasi dimulai dengan mengizinkan penerbangan transit terlebih dahulu. Prioritas selanjutnya diberikan kepada bandara-bandara yang terletak di bagian timur negara sebelum berlanjut ke wilayah lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·