Iran Bungkam Usai Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Trump

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Foto: VALENTIN FLAURAUD/AFP

Pemerintah Iran hingga kini belum memberikan respons resmi atas perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (21/4) malam.

Di ibu kota Teheran, suasana justru dipenuhi keheningan yang disebut berbeda dari biasanya karena mencerminkan sikap hati-hati para pejabat Iran.

Seorang sumber menyebut kepada AlJazeera, diamnya Iran merupakan bagian dari strategi untuk melihat gambaran besar dari situasi yang berkembang.

Pejabat Iran menilai akar persoalan terletak pada ketidakpercayaan terhadap AS yang terbentuk dari berbagai putaran negosiasi sebelumnya.

"Mereka tidak melihat adanya komitmen dari Amerika Serikat untuk memenuhi atau menghormati syarat yang telah disepakati dalam beberapa perundingan terakhir," kata sumber tersebut, dilansir AlJazeera, Rabu (22/4).

Karena itu, pemerintah Iran saat ini tidak fokus pada perpanjangan gencatan senjata itu sendiri, melainkan pada langkah ke depan dalam proses negosiasi.

Mereka disebut tengah memikirkan cara mengamankan kepentingan nasional serta menentukan posisi jika pembicaraan lanjutan kembali digelar dalam beberapa hari ke depan.

Meski demikian, Iran tetap membuka pintu dialog dengan syarat utama: kepercayaan harus dibangun terlebih dahulu.

“Mereka terbuka untuk segala bentuk negosiasi jika kepercayaan itu bisa dibangun dalam waktu dekat,” ujar sumber tersebut.

X post embed

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan sikap lebih keras melalui pernyataan di media sosialnya terkait situasi di lapangan. Ia menyoroti sikap Trump yang tetap memblokade pelabuhan Iran.

"Memblokade pelabuhan Iran adalah tindakan perang dan pelanggaran terhadap gencatan senjata," tulisnya.

Araghchi juga menyoroti insiden terhadap kapal komersial milik Iran, Touska, yang disita militer AS, sebagai pelanggaran serius.

"Menyerang kapal dagang dan menyandera awaknya adalah pelanggaran yang lebih besar," lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan.

"Iran tahu cara menetralisir pembatasan, mempertahankan kepentingannya, dan melawan intimidasi," tegasnya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata untuk memberi waktu Teheran menyusun proposal negosiasi. Dikutip dari AFP, Trump melakukannya atas desakan dari mediator Pakistan. Meski demikian, ia menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap akan dilakukan.