Iran Eksekusi Mati Pemimpin Demo Bersenjata di Provinsi Isfahan

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Seorang pria bernama Abbas Akbari yang dituduh menjadi pemimpin serangan bersenjata dalam unjuk rasa antipemerintah dieksekusi mati oleh otoritas Iran di Provinsi Isfahan pada Senin (25/5/2026) pagi.

Hukuman gantung terhadap pria yang dituding sebagai dalang kerusuhan di kota Nain tersebut dilansir dari Detikcom melalui laporan media setempat. Tindakan tegas ini menjadi bagian dari gelombang peningkatan eksekusi kasus keamanan pasca-pecahnya perang melawan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Situs web resmi otoritas kehakiman Iran memberikan konfirmasi mengenai pelaksanaan hukuman mati tersebut secara langsung melalui pengumuman resmi mereka.

"Abbas Akbari... dihukum gantung pagi ini," demikian dilaporkan situs web Mizan Online, yang dikelola otoritas kehakiman Iran.

Pihak berwenang menuduh Akbari bertindak anarkis dengan melepaskan tembakan ke arah aparat menggunakan senjata api jenis pistol saat aksi massa berlangsung. Selain itu, ia juga dinyatakan bersalah atas perusakan fasilitas publik termasuk gedung pemerintah, pangkalan keamanan, dan pusat kesehatan di Nain.

Tuntutan berat dijatuhkan kepada Akbari atas dakwaan mencederai keamanan nasional serta melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai pelanggaran hukum syariah berat.

Otoritas kehakiman Iran mengatakan bahwa Akbari dijatuhi hukuman mati atas serentetan tuduhan, termasuk "moharebeh" atau mengobarkan perang melawan Tuhan, serta penghancuran properti publik secara sengaja "dengan maksud untuk menentang sistem, mengganggu ketertiban dan keamanan publik, dan berkumpul serta bersekongkol melawan keamanan nasional".

Eksekusi tetap dilaksanakan setelah Mahkamah Agung Iran menolak permohonan banding yang diajukan oleh terdakwa dan memperkuat putusan sebelumnya. Sehari sebelum kasus Akbari, tepatnya pada Minggu (24/5), Iran juga telah mengeksekusi seorang pria atas kasus spionase di masa perang.