Teheran (ANTARA) - Iran mengizinkan tanker minyak Agios Fanourios I melewati Selat Hormuz melalui rute yang telah ditetapkan.
Tanker tersebut bermuatan minyak milik Irak dan menuju Pelabuhan Nghi Son di Vietnam, menurut Kantor Berita Tasnim pada Senin (11/5).
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Kemudian, 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
Trump pun lalu memperpanjang gencatan senjata guna memberi waktu bagi Iran untuk mengajukan "proposal terpadu".
Baca juga: IRGC ancam serang AS jika kapal Iran diserang
Eskalasi ketegangan itu hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Pada 3 Mei, Trump mengumumkan operasi "Project Freedom" untuk membantu kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz melanjutkan perjalanan.
Akan tetapi, dua hari setelahnya, Trump memutuskan untuk menghentikan sementara operasi tersebut guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: AS klaim blokir sedikitnya 70 tanker dari pelabuhan Iran
Baca juga: Korsel duga ledakan kapal HMM di Hormuz akibat serangan luar
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·