Iran Tetapkan Lima Syarat Perundingan Damai dengan Amerika Serikat

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Pemerintah Iran menetapkan lima syarat utama sebagai jaminan minimum bagi Amerika Serikat (AS) untuk memulai putaran kedua perundingan damai. Teheran menyatakan tidak akan kembali ke meja negosiasi kecuali tuntutan untuk membangun kepercayaan tersebut dipenuhi secara praktis oleh Washington pada Selasa (12/5/2026).

Langkah diplomasi ini diambil sebagai respons atas rencana perdamaian 14 poin yang sebelumnya diajukan oleh Amerika Serikat. Dilansir dari Detikcom, kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa syarat-syarat tersebut mencakup penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon, serta pencabutan sanksi ekonomi.

Selain itu, Teheran menuntut pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan, pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang, dan pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz. Pihak Iran menilai proposal awal dari Washington bersifat sepihak dan hanya bertujuan mengamankan kepentingan militer AS yang tidak tercapai di lapangan.

Informasi mengenai prasyarat ini telah disampaikan kepada mediator Pakistan. Sumber internal menyebutkan bahwa blokade laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman yang tetap berlangsung setelah gencatan senjata April menjadi pemicu utama ketidakpercayaan Iran terhadap komitmen damai Washington.

"jaminan minimum" kata sumber yang mengetahui informasi tersebut sebagaimana dikutip Fars News Agency.

Laporan media menyebutkan bahwa usulan asli dari Amerika Serikat hanya melibatkan nota kesepahaman satu halaman. Dokumen tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran sekaligus menetapkan kerangka kerja baru bagi negosiasi program nuklir Iran.

"mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon" sebut sumber yang dikutip Fars News Agency.

Presiden AS Donald Trump menanggapi dingin proposal balasan dari pihak Iran tersebut. Trump menegaskan penolakannya terhadap syarat-syarat yang diajukan oleh Teheran sembari menyinggung status gencatan senjata saat ini.

"bodoh" ujar Donald Trump, Presiden AS.

Pihak Gedung Putih menilai dokumen dari Teheran tidak layak untuk dipertimbangkan lebih lanjut dalam proses diplomasi. Trump bahkan memberikan label negatif terhadap isi dari proposal balasan tersebut.

"sampah" kata Donald Trump, Presiden AS.

Di sisi lain, situasi di lapangan dilaporkan masih dalam kondisi yang tidak stabil. Presiden AS mencatat bahwa kesepakatan penghentian permusuhan yang telah berjalan selama satu bulan terakhir sedang berada dalam risiko besar.

"kondisi kritis" cetus Donald Trump, Presiden AS.

Menanggapi sikap keras Washington, pemerintah Iran menyatakan tidak akan mengubah posisi tawar mereka. Perunding utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan mengenai dampak jika syarat-syarat tersebut diabaikan oleh Amerika Serikat.

"tidak ada alternatif lainnya" ujar Mohammad Bagher Ghalibaf, Perunding Utama Teheran.

Teheran menegaskan bahwa implementasi praktis dari syarat-syarat tersebut adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian di kawasan. Jika AS menolak, Ghalibaf memprediksi upaya diplomasi ini akan berakhir dengan kebuntuan total.

"kegagalan" kata Mohammad Bagher Ghalibaf, Perunding Utama Teheran.