Iran kembali memberlakukan pembatasan ketat dan menutup jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) setelah sebelumnya sempat dibuka selama kurang dari 24 jam. Langkah ini diambil Teheran sebagai respons atas tuduhan terhadap Amerika Serikat yang dianggap tidak memenuhi kewajiban dalam kesepakatan bilateral.
Kondisi keamanan di jalur perdagangan minyak strategis tersebut memburuk menyusul adanya laporan insiden keamanan. Dilansir dari Money, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengungkapkan bahwa dua kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker yang sedang melintas.
Meskipun terjadi insiden penembakan, UKMTO memastikan bahwa seluruh awak dan kapal dalam keadaan selamat. Namun, identitas kapal tanker serta pelabuhan tujuannya tidak dipublikasikan dalam laporan tersebut. Penutupan ini membatalkan status pembukaan jalur yang diumumkan pada Jumat (17/6/2026) saat masa gencatan senjata Israel-Lebanon berlangsung.
Pemerintah Iran melalui media penyiaran negara menyatakan bahwa penutupan total kembali dilakukan karena Washington masih mempertahankan blokade terhadap sejumlah pelabuhan di Iran. Teheran menegaskan bahwa izin pelayaran terbatas yang sebelumnya diberikan kini telah dicabut sepenuhnya.
“Amerika Serikat tidak memenuhi kewajibannya. Maka Selat Hormuz kini kembali ditutup dan setiap pelintasan harus mendapat persetujuan Iran,” demikian dalam pernyataan Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
Otoritas militer Iran kini memegang kendali penuh atas lalu lintas di kawasan perairan tersebut. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ebrahim Zolfaghari, mengonfirmasi bahwa pengawasan ketat terhadap setiap kapal yang melintas akan terus dilakukan selama blokade ekonomi belum dicabut.
“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya ... di bawah pengelolaan dan kontrol ketat angkatan bersenjata,” ujarnya.
Menanggapi situasi yang memanas di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan singkat dari Washington. Trump mengklaim bahwa jalur diplomasi masih diupayakan dan komunikasi antara kedua belah pihak tetap terjaga di tengah eskalasi yang terjadi.
"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik," ujar Trump.
Presiden Trump menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah taktis yang akan diambil, namun ia memberikan peringatan keras terhadap manuver militer Iran di Selat Hormuz. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan penghentian gencatan senjata jika situasi tidak membaik.
"Mereka tidak bisa memeras kami," katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·