Iran Wajibkan Pembayaran Tol Selat Hormuz Pakai Kripto

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Di tengah tekanan geopolitik global dan sanksi ekonomi internasional, pemerintah Iran telah memperkenalkan kebijakan finansial baru yang signifikan. Negara ini mewajibkan penggunaan mata uang kripto, khususnya Bitcoin dan stablecoin, sebagai alat pembayaran tol transit bagi kapal-kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah inovatif ini menandai sejarah baru dalam dunia kripto dan perkapalan global. Untuk pertama kalinya, sebuah negara berdaulat secara resmi menggunakan aset digital murni sebagai infrastruktur pembayaran strategis. Tujuan utamanya adalah menghindari jerat sanksi finansial yang didasarkan pada Dolar Amerika Serikat (AS).

Aturan main yang ditetapkan Iran di salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini sangat spesifik dan ketat. Berdasarkan laporan Financial Times, Undang-Undang Pengelolaan Jalur Selat Hormuz telah disahkan oleh parlemen Iran pada 30 Maret 2026 dan kini mulai diimplementasikan secara penuh.

Setiap barel minyak mentah yang diangkut dikenai tarif sebesar 1 dolar AS. Sebagai contoh, sebuah supertanker (VLCC) yang terisi penuh dapat membawa hingga 2 juta barel minyak. Artinya, kapal tersebut harus membayar biaya transit sekitar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp 32 miliar dalam bentuk Bitcoin, seperti dilansir Fortune dan dirangkum Tekno.

Operator kapal diwajibkan mengirimkan e-mail berisi manifes kargo, daftar kru, dan pelabuhan tujuan maksimal 96 jam sebelum kedatangan. Setelah mendapat persetujuan, kru kapal diberikan waktu singkat, hanya "beberapa detik", untuk menyelesaikan transfer Bitcoin. Kecepatan transaksi ini dirancang untuk mencegah dana terlacak atau disita di bawah aturan sanksi internasional. Menariknya, aturan tarif tinggi ini hanya berlaku untuk kapal bermuatan, sementara kapal tanker yang berlayar dalam kondisi kosong diizinkan melintas secara gratis.

Tarif Berjenjang Berdasarkan Hubungan Geopolitik

Iran menerapkan sistem tol kripto dengan skema peringkat kewarganegaraan lima tingkat. Kebijakan ini tidak menyamaratakan tarif untuk semua negara. Kapal-kapal dari negara yang dianggap "bersahabat" oleh Teheran, seperti China dan India, mendapatkan diskon khusus.

Sebaliknya, kapal tanker yang terindikasi berafiliasi dengan Amerika Serikat atau Israel dilarang keras melintas di jalur tersebut. Kebijakan ini mencerminkan penggunaan alat pembayaran digital sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Implikasi Kebijakan Kripto Iran

Implementasi sistem tol kripto ini bertepatan dengan momen kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran, yang baru-baru ini diklaim oleh Presiden AS, Donald Trump. Melalui mekanisme ini, Iran tidak hanya mengumpulkan dana untuk pembangunan infrastruktur yang rusak, tetapi juga menunjukkan cara sebuah negara dapat bertahan dari blokade ekonomi Barat.