Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyangkal pernyataan militer Amerika Serikat mengenai adanya kapal komersial yang melewati Selat Hormuz pada Senin (4/5). Penegasan tersebut merespons klaim pihak Washington yang menyebut dua kapal dagang berbendera Amerika Serikat telah melintasi jalur perairan strategis itu dengan aman.
Dilansir dari Detikcom, ketegangan di jalur pasokan energi dunia ini meningkat drastis setelah pengumuman penutupan lalu lintas maritim oleh IRGC sejak awal Maret. Klaim keberhasilan perlintasan kapal Amerika Serikat dinilai pihak Teheran sebagai informasi yang tidak memiliki dasar faktual di lapangan.
"Tidak ada kapal komersial atau kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa jam terakhir," tegas IRGC dalam sebuah pernyataan via Telegram, seperti dilansir AFP, Selasa (5/5/2026).
Pihak berwenang Iran menuding bahwa narasi yang dibangun oleh para pejabat Amerika Serikat merupakan bentuk kekeliruan informasi. Pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah situasi geopolitik yang memanas sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari lalu.
"Klaim para pejabat Amerika tidak berdasar dan sepenuhnya keliru," sebut pernyataan IRGC tersebut.
Penutupan Selat Hormuz secara resmi telah dideklarasikan oleh IRGC sejak 2 Maret lalu sebagai respons atas eskalasi perang yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Sebelum blokade ini terjadi, wilayah perairan tersebut menjadi jalur utama bagi sekitar seperlima distribusi minyak global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dunia.
Komandan Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, turut memberikan penekanan terkait pengawasan ketat terhadap pergerakan armada militer asing di zona tersebut. Ia memberikan peringatan keras terhadap upaya kapal perang Amerika Serikat yang mencoba memasuki wilayah Selat Hormuz tanpa izin.
"Kapal-kapal perusak Amerika, menggunakan trik mematikan radar, berlayar mendekati Selat Hormuz, tetapi respons kami adalah tembakan," kata Hatami dalam pernyataan via media sosial X.
Hatami menjelaskan bahwa militer Iran telah menyiagakan alat utama sistem persenjataan untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan mereka. Penggunaan teknologi nirawak dan rudal menjadi bagian dari strategi pertahanan aktif Iran di kawasan teluk.
"Rudal-rudal jelajah dan drone tempur telah lepas landas. Keamanan kawasan ini merupakan garis merah Iran," tegasnya.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) tetap pada laporan mereka mengenai keberhasilan operasi pemulihan lalu lintas maritim di kawasan Timur Tengah. Militer Amerika Serikat mengeklaim telah mengerahkan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali untuk mengawal jalur perdagangan tersebut.
"Dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil melintasi Selat Hormuz dan secara aman melanjutkan perjalanan mereka," klaim CENTCOM.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·