Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai Perdana di Amerika Serikat

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat mengadakan pertemuan diplomatik tatap muka pertama sejak 1993 di bawah pengawasan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (14/4/2026). Perundingan ini ditujukan untuk menyusun kerangka perdamaian jangka panjang di tengah ketegangan kawasan.

Dilansir dari Detikcom, Amerika Serikat mendesak Israel segera menyelesaikan operasi militer terhadap kelompok militan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Langkah ini diperlukan agar fokus militer dapat dialihkan pada konflik yang melibatkan Iran sejak akhir Februari lalu.

Krisis kemanusiaan di Lebanon menjadi poin krusial dalam diskusi tersebut, mengingat ribuan warga dilaporkan tewas dan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan harapannya agar dialog ini menjadi titik balik berakhirnya penderitaan rakyatnya.

"Harapan hari ini adalah agar kita dapat merumuskan kerangka kerja yang dapat menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian yang aktual dan langgeng," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat saat membuka pertemuan tersebut.

Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mengungkapkan adanya kesamaan visi antara kedua negara terkait upaya pelemahan pengaruh Iran di Lebanon. Leiter menekankan pentingnya komitmen pemerintah Lebanon untuk memisahkan diri sepenuhnya dari struktur Hizbullah.

Sementara itu, Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Moawad, menyebut pembicaraan tersebut berlangsung secara konstruktif namun tetap menuntut kedaulatan penuh negara. Ia mendesak adanya gencatan senjata segera dan pemulangan para pengungsi ke rumah masing-masing di wilayah selatan.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah secara tegas menolak hasil pembicaraan ini dan dilaporkan justru meningkatkan intensitas serangan saat dialog berlangsung. Situasi diperumit dengan adanya desakan dari sejumlah politisi radikal Israel yang menyuarakan rencana aneksasi sebagian wilayah Lebanon.