Pemerintah Israel mempromosikan festival LGBTQ+ berskala besar bertajuk Pride Land yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026 di kawasan Ein Bokek, Laut Mati. Acara ini diklaim sebagai perayaan komunitas queer terbesar yang pernah diselenggarakan di wilayah Timur Tengah.
Melansir laporan AFP dan RT, Pride Land dirancang sebagai festival destinasi selama empat hari yang mencakup berbagai rangkaian kegiatan seperti pertunjukan musik, pesta, pameran seni, hingga perayaan budaya. Penyelenggara menyediakan fasilitas pusat kegiatan di ruang acara DOME X serta menawarkan paket penginapan hotel bagi pengunjung.
Akun resmi negara Israel di platform X memberikan rincian mengenai durasi dan atmosfer yang ingin dibangun dalam agenda tersebut.
"empat hari perayaan tanpa henti, komunitas, dan koneksi," tulis akun resmi Israel di platform X.
Informasi dari situs resmi acara menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menyasar individu dewasa, tetapi juga menyediakan area ramah anak dan kegiatan berorientasi keluarga. Langkah ini diambil untuk memperluas segmentasi pengunjung di luar komunitas inti LGBTQ+.
Meskipun dipromosikan secara masif, posisi hukum komunitas tersebut di Israel masih memiliki batasan tertentu, terutama dalam urusan pernikahan yang berada di bawah otoritas keagamaan. Namun, Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan adanya pengakuan negara terhadap hak-hak tertentu bagi pasangan sesama jenis.
"Pengakuan ini menjadikan Israel salah satu yurisdiksi yang relatif lebih permisif bagi komunitas LGBTQ+ di kawasan," papar keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Israel.
Promosi festival ini muncul setelah agenda tahunan serupa, Tel Aviv Pride, sempat dibatalkan pada tahun 2024 dan 2025 akibat eskalasi konflik di kawasan. Media lokal Jerusalem Post menggambarkan rencana Pride Land di Laut Mati ini sebagai acara terbesar dalam sejarah kawasan tersebut, meskipun beberapa pihak menilai klaim itu merupakan bagian dari strategi pemasaran destinasi wisata.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·