Israel Kecam Lamine Yamal Usai Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, mendapatkan kecaman keras dari pemerintah Israel setelah kedapatan mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol di kota Barcelona pada Senin (11/5/2026). Dilansir dari Detik Sport, aksi pemain berusia 18 tahun tersebut dinilai telah memicu kebencian di tengah situasi konflik yang tengah berlangsung.

Yamal terlihat membawa tongkat bendera Palestina dari atas bus terbuka saat merayakan gelar juara bersama timnya. Selain melakukan aksi tersebut di depan publik, penggawa tim nasional Spanyol itu juga mengunggah dokumentasi aksinya melalui akun media sosial pribadinya.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan tanggapan terkait keputusan pemainnya tersebut di atas bus juara. Flick menyatakan ketidaksukaannya terhadap tindakan tersebut dan memberikan penegasan bahwa aksi yang dilakukan Yamal merupakan murni inisiatif pribadi tanpa arahan pihak klub.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan kritik tajam melalui platform X pada Kamis (14/5/2026). Katz menghubungkan aksi Yamal dengan dukungan terhadap kelompok militan yang menyerang warga sipil Israel pada Oktober 2023 lalu.

"Lamine Yamal memilih untuk menghasut melawan Israel dan memicu kebencian sementara tentara kita sedang memerangi organisasi teroris Hamas, yang membantai, memperkosa, membakar, dan membunuh anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober," tulis Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Katz juga melontarkan sejumlah pertanyaan retoris mengenai nilai kemanusiaan dan etika di balik pesan yang disampaikan melalui pengibaran bendera tersebut.

"Lamine Yamal has chosen to incite hatred against Israel and to spread it. Anyone who supports this type of message should ask themselves the following questions: is it humane? Is it ethical?" ujar Israel Katz.

Penegasan mengenai sikap pemerintah Israel juga disampaikan Katz sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negara dan kaum Yahudi dari segala bentuk hasutan.

"Sebagai Menteri Pertahanan Negara Israel, saya tidak akan tinggal diam menghadapi hasutan terhadap Israel dan terhadap orang Yahudi," tambah Israel Katz.

Katz secara resmi mendesak manajemen FC Barcelona untuk menyatakan penolakan terhadap tindakan pemain sayap tersebut. Pihak Israel berharap klub asal Catalan itu mengambil langkah nyata untuk melawan segala bentuk upaya yang dianggap memberikan dukungan terhadap terorisme.

Di sisi lain, respons berbeda muncul dari warga Palestina yang menyambut positif dukungan simbolis dari Yamal. Sebagai bentuk apresiasi, sebuah mural yang menggambarkan sosok Yamal sedang memegang bendera Palestina kini terpampang pada dinding bangunan di kamp pengungsi Gaza.