Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyesuaikan desain kapal cepat asal Rusia agar sesuai dengan karakteristik perairan Indonesia dalam kerja sama transfer teknologi maritim antara Jawa Timur dan Kota Saint Petersburg.
“Penegasan poin kerja sama ini adalah kemandirian teknologi, ITS tidak ingin Indonesia hanya menjadi penonton atau sekadar pasar bagi teknologi asing,” kata Rektor ITS Prof Bambang Pramujati di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat.
Bambang menjelaskan ITS mendapat tanggung jawab untuk meninjau ulang desain awal kapal cepat dari Rusia agar sesuai dengan karakteristik dan kondisi gelombang laut di Indonesia.
Baca juga: Jatim dan St Petersburg Rusia jajaki kerja sama kapal cepat
Menurut dia, ITS tidak hanya berperan dalam penyesuaian desain, tetapi juga menggandeng industri lokal untuk mendukung produksi kapal cepat berbahan aluminium tersebut di dalam negeri.
Kapal yang telah dirancang ulang oleh para ahli ITS itu nantinya diproduksi di Madura oleh perusahaan galangan kapal daerah, PT Bintang Timur Samudera.
Bambang mengatakan studi kelayakan (feasibility study) proyek tersebut telah rampung dan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Kapal cepat yang dikembangkan itu disebut mampu melaju hingga empat kali lebih cepat dibandingkan armada konvensional.
"Kami menargetkan perluasan pasar hingga ke ranah internasional setelah sukses memenuhi kebutuhan mobilitas antarpulau nasional," tegas Bambang.
Selain pengembangan kapal cepat, kerja sama antara Jawa Timur dan Saint Petersburg juga mencakup perluasan ekosistem digital. Sejumlah sektor yang dibahas meliputi teknologi informasi, keamanan siber, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pertemuan tersebut bertujuan membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kota Saint Petersburg.
Kerja sama berfokus pada transfer teknologi pengembangan kapal cepat berbahan aluminium untuk diadopsi di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut hubungan yang sebelumnya diinisiasi dosen Departemen Teknik Transportasi Laut Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Ir Tri Achmadi PhD.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik inisiatif yang dijalankan ITS bersama mitra internasional tersebut, karena dinilai dapat mendukung kemajuan teknologi maritim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga: KSOP Benoa Bali pastikan kelaikan 67 kapal cepat jelang libur Natal
Baca juga: Pelindo gerak cepat bantu evakuasi penumpang KMP Gili yang terbakar
“Melihat bagaimana Jawa Timur menjadi gerbang logistik untuk Indonesia Timur, transfer teknologi perkapalan yang diinisiasi oleh ITS menjadi hal krusial yang harus didukung,” tutur Khofifah.
Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memfasilitasi kebutuhan industri tersebut agar dapat berkembang secara berkelanjutan pada masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Dewan Legislatif Saint Petersburg Alexander N Belsky menyampaikan pihak Rusia berkomitmen mengawal aspek legalitas dan pemenuhan dokumen teknis guna memastikan proses transfer teknologi dapat berjalan sesuai ketentuan.
"Tidak hanya membuka peluang transfer teknologi maritim, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi yang saling transparan," papar Belsky.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·