Aset kripto Stellar (XLM) membukukan pemulihan kuat hingga bertengger di atas 0,20 dolar AS pada Jumat (29/5/2026), dipicu oleh sentimen positif pasar setelah Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) mengumumkan rencana integrasi layanan tokenisasi aset mereka ke jaringan blockchain tersebut.
Langkah institusi keuangan penting asal Amerika Serikat yang mengelola penyelesaian transaksi sekuritas bernilai triliunan dolar ini dinilai para investor sebagai sinyal kuat adopsi teknologi blockchain oleh lembaga tradisional.
Kondisi tersebut mendorong lonjakan minat pada pasar derivatif Stellar, di mana data on-chain mencatat Open Interest kontrak berjangka perpetual meroket hingga mencapai titik tertinggi tahunan sebesar 292 juta dolar AS pada hari Jumat, meningkat tajam dari posisi 155 juta dolar AS pada hari sebelumnya.
Aktivitas jaringan juga terpantau solid berdasarkan data Artemis, dengan jumlah pengguna aktif harian Stellar bertahan di atas angka 60.000 pada hari Kamis setelah sempat menyentuh level tertinggi mingguan mendekati 64.000 pengguna.
Meskipun indikator teknis seperti Relative Strength Index menunjukkan posisi jenuh beli di angka 77 yang berpotensi memicu fase koreksi, pergerakan harga XLM saat ini masih berada dalam kendali tren bullish selama mampu bertahan di atas Exponential Moving Average 200-hari di level 0,1973 dolar AS.
Di sisi lain, pergerakan aset utama seperti Bitcoin justru sedang mengalami tekanan harga akibat meningkatnya arus keluar dari dana kelolaan ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik antara negara tersebut dengan Iran.
Selain Bitcoin, indeks CoinDesk 20 juga dilaporkan ikut melemah sebesar 0,8 persen ke level 1975,1 dengan penurunan terdalam dipimpin oleh aset Bittensor (TAO) yang merosot 4 persen dan Internet Computer (ICP) yang turun 3,8 persen.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·