Sebanyak 15.425 pekerja di Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang periode Januari hingga April 2026, dengan Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak signifikan. Fenomena ini dipicu oleh pelemahan sektor industri yang sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.
Data yang dilansir dari Detik Finance menunjukkan bahwa angka PHK di Jawa Barat menyentuh 3.339 orang. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 21,65 persen dari akumulasi total kasus kehilangan pekerjaan secara nasional yang dilaporkan ke pemerintah pusat.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa kerentanan industri di Jawa Barat berkaitan erat dengan ketergantungan pada bahan baku tertentu. Hal ini disampaikan saat ia melakukan pertemuan di kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
"Saya pun dapat informasi dari Kemnaker dan Kemenperin. Yang pasti di daerah Jawa Barat. Tentunya, bahan-bahan bakunya tergantung dengan minyak, plastik, yang tentunya akan terdampak dengan kondisi perekonomian dan perang yang saat ini terjadi," ujar Saiful Hidayat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPJS Ketenagakerjaan saat ini sedang memetakan profil perusahaan yang berisiko tinggi. Langkah proaktif diambil untuk menjamin distribusi hak pekerja tidak terhambat birokrasi.
"Yang pasti kami akan langsung melakukan proaktif dan siap untuk segera memberikan hak-hak bagi para pekerja yang akan terdampak PHK," terang Saiful Hidayat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Selain upaya komunikasi aktif dengan pihak pemberi kerja, Saiful juga menyiapkan strategi layanan jemput bola. Fasilitas pelayanan akan didekatkan langsung ke titik lokasi perusahaan yang sedang melakukan perampingan jumlah karyawan.
"Termasuk jika dibutuhkan kita akan membuka counter-counter di lokasi-lokasi tempat perusahaan yang mengalami PHK," tambah Saiful Hidayat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan data statistik resmi dari situs Satudata Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis pada Sabtu (9/5/2026), posisi Jawa Barat sebagai daerah dengan kontribusi PHK terbesar telah terkonfirmasi secara angka.
"Tenaga kerja ter-PHK pada periode ini paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 21,65 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan," jelas Kemnaker.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·