JD Vance Kritik Pernyataan Paus Leo XIV Terkait Perang Iran

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Paus Leo XIV mengenai konflik bersenjata di Iran dalam acara Turning Point USA di Georgia pada Selasa, 14 April 2026. Vance menilai argumen pemimpin Gereja Katolik tersebut tidak berlandaskan kebenaran teologis yang akurat.

Perselisihan ini dipicu oleh unggahan media sosial Paus pekan lalu yang menegaskan bahwa Tuhan tidak memberkati konflik apa pun. Dilansir dari Bloombergtechnoz, Paus menyatakan bahwa murid Kristus tidak seharusnya berada di pihak mereka yang menjatuhkan bom.

Vance mempertanyakan konsistensi logika tersebut dengan membandingkannya pada peristiwa Perang Dunia II. Ia mempertanyakan apakah prinsip serupa berlaku saat pasukan Amerika Serikat membebaskan Prancis dari pendudukan Nazi Jerman serta menyelamatkan korban di kamp konsentrasi.

"Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berada di pihak mereka yang menghunus pedang?" ujar JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat, saat merespons sikap pasifisme sang Pontifex.

Vance juga menekankan pentingnya akurasi teologis bagi seorang pemimpin agama saat berbicara mengenai isu publik yang sensitif. Ia menyarankan agar Paus lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang menyangkut kebijakan pertahanan dan perang.

"Sama halnya dengan pentingnya bagi seorang Wakil Presiden Amerika Serikat untuk berhati-hati saat berbicara mengenai kebijakan publik, saya pikir sangat, sangat penting bagi Paus untuk berhati-hati saat berbicara mengenai masalah teologi," lanjut JD Vance.

Ketegangan ini memperuncing hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan setelah sebelumnya Presiden Donald Trump menyebut Paus "lemah terhadap kejahatan". Situasi ini dinilai cukup canggung bagi Vance yang merupakan seorang mualaf Katolik dan sedang menyusun buku tentang perjalanan imannya.