Klub asal Malaysia Johor Darul Ta’zim (JDT) menghadapi ujian terbesar dalam sejarah klub saat menantang juara bertahan Al Ahli pada babak perempat final Liga Champions Elit di Jeddah, Arab Saudi, Jumat, 17 April 2026.
Pertandingan ini menandai penampilan perdana JDT di babak delapan besar kompetisi klub papan atas Asia setelah sebelumnya mendominasi Liga Super Malaysia dengan 12 gelar berturut-turut. Keberhasilan mencapai tahap ini diraih usai menyingkirkan Sanfrecce Hiroshima pada babak sebelumnya.
Pertemuan ini menjadi pembuktian bagi struktur jangka panjang yang dibangun JDT di bawah kepemimpinan Tunku Ismail Idris sejak 2013. Klub berjuluk Harimau Selatan tersebut kini berusaha menerjemahkan dominasi domestik menjadi ketangguhan di level kontinental melawan kekuatan besar Asia.
CEO JDT, Luis Garcia menyatakan bahwa kepemimpinan klub sangat jelas dalam menetapkan target kemajuan di setiap tahunnya. Mantan pemain Liverpool dan Barcelona tersebut menekankan bahwa kekuatan finansial semata bukan penentu hasil akhir di lapangan.
"exciting, dynamic and bring joyful football," kata Luis Garcia, Chief Executive JDT.
Garcia menambahkan bahwa JDT memikul tanggung jawab besar untuk mengembangkan pemain lokal dan meningkatkan level tim nasional Malaysia melalui model sepak bola yang mereka jalankan. Pihak klub berharap profil internasional JDT terus tumbuh seiring basis pengikut media sosial yang telah melampaui 10 juta.
Gelandang JDT, Natxo Insa menegaskan bahwa seluruh anggota tim akan berjuang maksimal dalam pertandingan sistem gugur ini. Pemain yang telah membela JDT sejak 2017 itu melihat instruksi dari manajemen sebagai misi yang mutlak untuk dilaksanakan.
"nothing to lose," ujar Natxo Insa, pemain JDT.
Insa menggambarkan ikatan emosional yang kuat di dalam skuat JDT sebagai modal penting menghadapi tekanan di markas lawan. Menurutnya, seluruh pemain memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan besar yang ingin dicapai klub di kancah Asia.
"give everything we’ve got," tutur Natxo Insa.
Insa meyakini bahwa kejelasan misi dari manajemen membantu tim untuk tetap konsisten meskipun terjadi pergantian pelatih dari waktu ke waktu. Ia menyebut para pemain bertanding dengan semangat kekeluargaan untuk mencapai target yang ditetapkan.
"as a family," ucap Natxo Insa.
Persatuan di dalam skuat menjadi kunci utama JDT dalam menghadapi Al Ahli yang diperkuat pemain bintang seperti Riyad Mahrez dan Ivan Toney. Insa menilai tim sudah sangat siap secara mental untuk menjalani instruksi yang diberikan oleh jajaran pimpinan.
"the mission is clear," kata Natxo Insa.
Laga ini berlangsung secara terpusat di Jeddah dalam rangkaian final Liga Champions Elit yang dijadwalkan pada 16 hingga 25 April 2026. Al Ahli diprediksi memiliki keuntungan karena bermain di hadapan pendukungnya sendiri dalam format satu pertandingan sistem gugur ini.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·