Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menyatakan bahwa Jepang mengerahkan upaya maksimal untuk meredakan situasi di Timur Tengah.
"Kami telah mengerahkan upaya maksimal untuk meredakan situasi di wilayah ini," kata Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes Jepang Myochin Mitsuru saat diskusi di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis (23/4).
Dia mengatakan ketegangan di Timur Tengah, khususnya akibat serangan terhadap Iran, yang menyebabkan blokade Selat Hormuz, telah menimbulkan dampak yang sangat serius secara global.
Untuk itu, Jepang mendorong upaya de-eskalasi sedini mungkin, melalui kerja sama dengan negara-negara G7, dan juga negara-negara Teluk di Timur Tengah.
"Kami sekarang sedang melakukan upaya diplomatik untuk menyerukan de-eskalasi situasi sesegera mungkin kepada negara-negara Teluk," katanya.
Terkait situasi di Iran, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menekankan perlunya melakukan upaya bersama dengan komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, untuk meredakan situasi sedini mungkin dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Dalam kunjungannya ke Washington, D.C. pada Maret, sang perdana menteri bertemu dengan Presiden Trump dan sepakat bahwa mereka akan terus menjaga komunikasi yang erat antara Jepang dan AS untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz.
"Kedua pemimpin sepakat untuk berkomunikasi secara intensif demi terwujudnya de-eskalasi situasi di wilayah tersebut sedini mungkin," kata Myochin lebih lanjut.
Selain itu, Jepang juga telah melakukan upaya diplomatik dengan Iran melalui percakapan via telepon dengan Presiden Iran pada 8 April.
Sementara, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi juga telah melakukan percakapan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran sebanyak lima kali, dan menekankan pentingnya memulihkan stabilitas di Selat Hormuz.
Dalam kesempatan itu, Jepang mendesak Iran untuk segera memastikan kebebasan dan keamanan navigasi bagi semua kapal, termasuk kapal-kapal Jepang, dan negara-negara Asia lainnya.
Tidak hanya upaya bilateral, Jepang juga melakukan upaya multilateral dengan bergabung dalam pernyataan bersama para pemimpin terkait Selat Hormuz pada 19 Maret.
Yang terbaru pada 17 April, Jepang juga bergabung dalam pertemuan para pemimpin tentang kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang diselenggarakan oleh Prancis dan Inggris.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·