Jerman lanjutkan perundingan dengan AS soal pengerahan rudal Tomahawk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan bahwa otoritas Jerman terus melakukan konsultasi intensif dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan pengerahan rudal jelajah Tomahawk di Jerman.

Pada awal Mei lalu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan dirinya tidak memperkirakan ada pengiriman rudal Tomahawk dari AS ke Jerman, meskipun dia tidak mengesampingkan kemungkinan situasinya dapat berubah di masa mendatang.

"Pemerintah Jerman saat ini berupaya setiap hari untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan Jerman. Kami terus membahas masalah ini secara intensif dengan sekutu kami di AS," kata Wadephul kepada surat kabar Welt am Sonntag dalam wawancara yang diterbitkan pada Jumat.

Pada Juli 2024, pemerintahan AS sebelumnya dan pemerintah Jerman mengumumkan rencana pengerahan sistem rudal presisi jarak jauh AS yang secara signifikan akan melampaui persenjataan yang sudah ditempatkan di Eropa, di Jerman, mulai 2026.

Rencana tersebut mencakup pengerahan rudal SM-6, rudal jelajah Tomahawk, dan senjata hipersonik.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa jika AS mengerahkan senjata semacam itu di Jerman, Rusia akan menganggap dirinya bebas dari moratoriumnya terhadap pengerahan sistem serang jarak menengah dan pendek.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Rusia desak AS guna tolak rencana Jerman bangun tentara terkuat Eropa

Baca juga: Kanselir Jerman: AS tetap jadi mitra terpenting di NATO

Penerjemah: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.