Joki UTBK di Surabaya Diringkus: Loloskan 7 Orang Masuk Fakultas Kedokteran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Tersangka Foto: Shutter Stock

Sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya diringkus. Satu orang ditangkap Polrestabes Surabaya. Ia merupakan mahasiswa Teknik Mesin.

Dalam unggahan di Instagram milik Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan @luthfie.daily terungkap bahwa sindikat joki itu telah beraksi sejak tahun 2023 hingga 2026. Mereka telah meloloskan sebanyak 7 mahasiswa selama menjalankan aksinya ini.

"Dulu sudah pernah daftar dengan foto ini. Sistem itu ter-record ke sistem yang sekarang. Sempat mengerjakan sampai selesai. Poinnya dinyatakan 700. Dari 2023 dia mulai menjadi joki sampai 2026 ini sudah meluluskan 7 peserta," kata penyidik.

"Dan lulus terus 7 itu?" tanya Luthfie.

"Lulus terus, ada yang gagal," jawab penyidik.

Rata-rata, para klien mereka merupakan mahasiswa yang ingin masuk ke jurusan kedokteran.

Selama menjalankan aksinya ini, sindikat joki telah meraup uang sebanyak ratusan juta rupiah.

instagram embed

"(Joki seorang) mahasiswa Teknik Mesin. 'Gimana kamu mengerjakan soal? Sulit nggak?' 'biasa saja.' Nggak sampai 2 jam selesai. Di percakapan, WhatsApp-nya itu bahwasanya uang itu sudah ada di rekening penampung Rp 300 juta," kata penyidik.

Penyidik mengatakan bahwa sindikat joki ini menggunakan modus membuat stempel palsu hingga percetakan KTP palsu.

"Dia bikin. Pencetak KTP, ada 25 materialan. Kemudian HP salah satunya, ngedit-ngedit pakai laptop," ujarnya.

"Wah, ya pemain lama ini," tambah Luthfie.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan tersangka joki UTBK Foto: Instagram/ @luthfie.daily

Kemudian, pelaku juga menyampaikan bahwa proses penggantian foto peserta untuk joki memerlukan beberapa percobaan.

"(Ganti foto) nggak sekali jadi, ini berkali-kali. Cetak KTP sama daftar-daftar," ucap pelaku.

Saat ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mendalami lebih lanjut terkait sindikat joki UTBK ini.

"Ungkap semua perintah Pak Kapolrestabes tadi. Ini harus diidentifikasi," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto.

"Ya sudah kembangkan ya," tambah Luthfie.