PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan percepatan proyek pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol pada segmen Kejapanan–Gempol yang kini telah mencapai progres 69,72 persen hingga pekan ke-32 pelaksanaan pada Jumat (17/4/2026).
Dilansir dari Money, pengerjaan proyek di KM 769+450 hingga KM 772+650 ini ditargetkan rampung pada tahun 2026 untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama penghubung Surabaya dan Malang tersebut.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas perjalanan secara menyeluruh bagi pengguna jalan tol.
"Kami memahami bahwa kelancaran perjalanan menjadi harapan utama setiap pengguna jalan, terutama di ruas dengan mobilitas tinggi seperti Surabaya–Gempol," kata Ria, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Pelebaran ini difokuskan pada penambahan kapasitas lajur dari semula dua lajur menjadi tiga lajur guna mendukung distribusi logistik yang lebih efisien di wilayah Jawa Timur.
"JTT berupaya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan minim hambatan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam setiap perjalanan," ujar Ria, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Pihak pengelola memastikan pengerjaan konstruksi tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan standar pelayanan minimal agar operasional jalan tol tetap berjalan aman selama proses fisik berlangsung.
"Peningkatan kapasitas di ruas ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran Jalan Tol Trans Jawa sebagai tulang punggung konektivitas nasional," tegas Ria, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Ruang lingkup proyek meliputi peningkatan perkerasan jalan, perbaikan struktur jembatan, serta penyempurnaan rambu dan marka di sepanjang ruas sepanjang 3,2 kilometer tersebut.
Jalan Tol Surabaya–Gempol merupakan jalur bersejarah yang beroperasi sejak 1986 dan menjadi urat nadi penghubung Surabaya dengan kawasan industri serta wilayah selatan Jawa Timur.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·