Jumhur pimpin deklarasi menuju Bali 100 persen pilah sampah

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Denpasar (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat memimpin deklarasi menuju Bali 100 persen memilah sampah.

“Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali, kita wujudkan Bali 100 persen memilah sampah bersama, serentak, untuk Bali yang bersih, sehat, indah, dan lestari,” kata Jumhur bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati/Wali Kota se-Bali, Rabu.

Ia di Denpasar, menjelaskan deklarasi ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan semakin hari pengelolaan sampah di Bali semakin baik didukung dengan masyarakat yang melakukan pemilahan sampah.

Dari catatannya, Menteri LH menyebut sejumlah kabupaten/kota bahkan 76 persen warganya sudah memilah sampah, sehingga semakin ditarget mempercepat capaian 100 persen.

“Perlu saya sampaikan saat ini secara umum Bali sudah lebih baik dari yang pernah kita bayangkan, bagus sekali dan sudah berjalan, sambil menunggu PSEL sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Dalam perjalanan membangun kebiasaan mengelola sampah ini, Menteri LH ingin daerah tetap mengedepankan pendekatan dengan cara-cara lokal sesuai budaya masing-masing, sehingga sesuai dengan kultur masyarakat.

Sementara masyarakat memilah sampah, Jumhur mengatakan pemerintah tetap menyiapkan fasilitas di tengah seperti TPS3R dan TPST sehingga sampah yang tersisa hanya residu.

Ia juga tak ingin kaku, dimana apabila masih terdapat residu yang tidak terolah hingga masa penutupan TPA Suwung 1 Agustus 2026 mendatang, masih akan diterima di TPA.

Gubernur Bali Wayan Koster sendiri optimistis target Bali 100 persen memilah sampah dapat terwujud, sebab dukungan juga hadir dari sembilan kabupaten/kota.

Pemprov Bali terus mengajak masyarakat menyelesaikan sampah di sumber melalui pemilahan terlebih dahulu dan angkanya paling rendah 40 persen dan tertinggi 76 persen di Kabupaten Badung dan Denpasar.

“Rata-rata sudah bagus target akhir Agustus 100 persen, paling tinggi Badung Denpasar,” ucap Gubernur Koster.

Sementara itu untuk pelaku usaha pariwisata hotel, restoran, kafe (horeka) diarahkan untuk menyelesaikan sampah sendiri atau bekerja sama dengan vendor pengolahan sampah.

Sambil berjalan, Pemprov Bali juga memastikan fasilitas di tengah yaitu TPS3R dan TPST bekerja untuk menyelesaikan sampah pilahan yang tidak bisa diolah jelang penutupan total TPA Suwung.

Baca juga: Wamenpar tekankan kolaborasi penanganan sampah khusus sektor Horeka

Baca juga: KLH percepat pembangunan pengolahan sampah jadi energi di Bandung Raya

Baca juga: Kasad dukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Bali

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.