Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI, Indri Wahyuni, memberikan tanggapan terkait polemik hasil penilaian tingkat Provinsi Kalimantan Barat melalui unggahan di media sosial yang viral pada Kamis (14/5/2026). Pernyataan tersebut muncul setelah publik mengkritik objektivitas juri dalam menentukan pemenang lomba.
Unggahan yang diduga berasal dari akun WhatsApp milik Indri tersebut menegaskan bahwa sekolah yang ditetapkan sebagai juara memang layak mendapatkan posisi tersebut. Ia meminta masyarakat untuk tidak memberikan perhatian berlebih hanya pada satu pihak yang merasa dirugikan dalam kompetisi tersebut.
"They deserve the win and the explanation why they still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do." kata Indri Wahyuni, Juri LCC MPR.
Narasi dalam status tersebut juga menyinggung akumulasi poin akhir yang menjadi dasar penentuan juara. Indri menyebutkan bahwa meskipun ada perdebatan mengenai satu jawaban tertentu, hasil akhir tetap menunjukkan keunggulan sekolah yang memenangkan lomba.
"Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah-olah jawaban tersebut benar. Sekolah yang menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yang menang. Semoga ada jalan untuk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara," tulis Indri Wahyuni, Juri LCC MPR.
Penjelasan lebih lanjut dalam unggahan itu menyoroti latar belakang sekolah pemenang yang berasal dari daerah terpencil. Indri menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada wakil provinsi terlepas dari popularitas asal sekolah para peserta.
"Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tidak pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yang maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all.. May Allah bless their way to go to Grand Final," tulis Indri Wahyuni, Juri LCC MPR.
Komentar ini merupakan respons terhadap gelombang kritik yang bermula dari protes siswa SMAN 1 Pontianak dalam ajang yang digelar di Kalimantan Barat tersebut. Hingga kini, Sekretariat Jenderal MPR RI telah mengambil langkah penonaktifan terhadap dewan juri terkait guna menindaklanjuti polemik yang terjadi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·