Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni, menjadi sorotan publik setelah diduga mengunggah keresahannya melalui status WhatsApp usai pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).
Dugaan curhatan tersebut muncul di tengah kritik warganet terhadap keputusan dewan juri yang dianggap tidak adil bagi peserta asal SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, yang sempat melakukan protes berkali-kali saat kompetisi berlangsung.
Dilansir dari video.tribunnews.com, sebuah tangkapan layar dari akun Instagram @kementrianbakuhantam menunjukkan pesan dari kontak bernama Bu Indri MPR yang memberikan pembelaan terhadap sekolah yang menjadi pemenang.
"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do." tulis kontak bernama Bu Indri MPR.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kemenangan sekolah tertentu memiliki alasan yang kuat dan menganggap fokus berlebih pada satu sekolah lain sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap keadilan bagi peserta lainnya.
"Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah-olah jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara," tulis kontak Bu Indri MPR.
Melalui narasi tersebut, kontak yang diduga milik Indri Wahyuni tersebut menyayangkan persepsi publik yang meragukan kredibilitas sekolah pemenang hanya karena faktor popularitas institusi.
"Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yang maju mewakili provinsi harus dibanggakan? they deserve the win, that's all. May Allah bless their way to go to grand final," tulis kontak tersebut.
Selain membahas substansi perlombaan, unggahan tersebut juga menyinggung perihal serangan warganet yang mulai merambah ke ranah pribadi, termasuk pembahasan mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
"Terakhir, mau open endorse ah, biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gw ga akan bikin gw jatuh. At the end, u will always have me kata misua," tulis kontak tersebut.
Hingga informasi ini disiarkan, pihak Indri Wahyuni belum memberikan pernyataan resmi maupun klarifikasi terkait kebenaran tangkapan layar status WhatsApp yang beredar luas di media sosial tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·