Bek Fortuna Sittard, Justin Hubner, melontarkan kritik keras terhadap manajemen NAC Breda terkait skandal paspor pemain keturunan Indonesia dalam laga Eredivisie yang berlangsung pada Minggu (12/4/2026).
Hubner menyebut tindakan NAC Breda yang melaporkan status kewarganegaraan Dean James sebagai hal yang memalukan setelah klub tersebut kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles pada Maret lalu.
"Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead, Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor. Ini konyol," kata Justin Hubner kepada ESPN Belanda.
Laporan tersebut sempat memicu penyelidikan KNVB dan otoritas imigrasi yang menyebabkan Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, dan Dean James dibekukan sementara dari aktivitas klub.
Meski KNVB akhirnya memutuskan tidak ada pelanggaran disiplin, para pemain tersebut diwajibkan mengurus izin kerja ulang karena status kewarganegaraan non-Uni Eropa mereka.
Selain polemik paspor, Hubner menjadi sorotan setelah terlibat insiden dengan Lewis Holtby pada pertandingan kontra NAC Breda akhir pekan lalu yang menyebabkan Holtby mengalami luka robek serius.
Kejadian pada menit ke-38 itu memicu perdebatan publik mengenai tren penggunaan pelindung tulang kering (shin pads) berukuran mini yang dinilai tidak memberikan proteksi maksimal bagi pemain.
Banyak penggemar di media sosial menyoroti bahwa cedera parah Holtby mungkin bisa dicegah jika pemain berusia 35 tahun itu mengenakan pelindung kaki dengan ukuran standar sesuai regulasi FIFA.
Aturan FIFA Law 4 mewajibkan pemain menggunakan pelindung yang memberikan tingkat perlindungan wajar, namun banyak pemain modern seperti Lamine Yamal dan Jack Grealish lebih memilih ukuran kecil demi kenyamanan bergerak.
Investigasi KNVB kini telah selesai dan menyatakan klub-klub tidak secara sengaja melanggar aturan, sehingga kompetisi tetap berjalan tanpa adanya pertandingan ulang yang diminta oleh pihak NAC Breda.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·