Jusuf Kalla temui tokoh perdamaian Malino terkait polemik tudingan penistaan agama

Sedang Trending 2 hari yang lalu
  • Selasa, 21 April 2026 15:46 WIB

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (kiri) berbincang dengan delegasi Kristen Perundingan Malino I Rinaldi Damanik (kanan) saat pertemuan dengan para pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut digelar dalam upaya memperbaiki situasi di tengah polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gajah Mada (UGM) yang dituding sebagai penistaan agama dan berujung pada pelaporan polisi. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) berjabat tangan dengan delegasi Kristen dalam Perundingan Malino I Rinaldi Damanik (kanan) saat pertemuan dengan para pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut digelar dalam upaya memperbaiki situasi di tengah polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gajah Mada (UGM) yang dituding sebagai penistaan agama dan berujung pada pelaporan polisi. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (keempat kanan) bersama Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin (ketiga kanan), Presiden Lajnah Tanfidziyah DPP Syarikat Islam Hamdan Zoelva (keenam kanan), delegasi muslim dalam Perundingan Malino I Sugianto Kaimuddin (kelima kanan), delegasi Kristen dalam Perundingan Malino I Rinaldi Damanik (kedua kanan), delegasi Kristen pada Perundingan Malino II John Ruhulessin (kanan) mengikuti pertemuan di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut digelar dalam upaya memperbaiki situasi di tengah polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gajah Mada (UGM) yang dituding sebagai penistaan agama dan berujung pada pelaporan polisi. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.