Juventus meraih kemenangan penting atas rivalnya Atalanta dengan skor tipis 0-1 dalam laga tandang pada pekan ke-32 Serie A di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Minggu (12/4/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Jeremie Boga di menit ke-48 memastikan tiga poin bagi Bianconeri, sekaligus mengangkat mereka ke posisi keempat klasemen sementara.
Kemenangan ini membawa Juventus melampaui Como di klasemen dengan selisih dua poin. Sementara itu, peluang Atalanta yang kini berada di peringkat ketujuh, dengan selisih tujuh poin di belakang Juventus, untuk lolos ke Liga Champions semakin menipis. Laga ini juga menandai kepulangan Teun Koopmeiners ke Bergamo sebagai lawan, disambut sorakan keras oleh para pendukung tuan rumah.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui bahwa timnya menghadapi kesulitan signifikan sejak awal pertandingan. “Setengah jam pertama kami sangat kesulitan, karena Atalanta adalah tim yang bagus, dan kami tidak mampu melakukan umpan-umpan beruntun dalam situasi apa pun, karena mereka terus-menerus menekan kami,” kata Spalletti, dilansir dari Football Italia.
Spalletti menambahkan, timnya terpaksa lebih banyak bertahan di babak pertama. Namun, pertandingan berubah drastis setelah jeda. “Di babak kedua, pertandingan benar-benar berbeda, kami bermain imbang,” ujarnya.
Berdasarkan catatan statistik, Juventus hanya berhasil melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Sementara itu, Atalanta mencatatkan tiga tembakan ke arah gawang dari total 16 percobaan yang mereka buat.
Perbaikan strategi setelah jeda disebut menjadi kunci kemenangan. Spalletti menjelaskan bahwa timnya mulai mampu mengimbangi permainan lawan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada secara lebih efektif. Ia menyoroti kesalahan taktis di babak pertama, termasuk kurangnya dukungan bagi pemain sayap seperti Conceicao.
Gol Juventus bermula dari kesalahan kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, yang salah mengantisipasi umpan silang. Jérémie Boga berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol di menit ke-48. Meski unggul, jalannya pertandingan tidak banyak berubah, dengan Atalanta tetap dominan namun gagal mengkonversi peluang.
Kiper Juventus, Michele Di Gregorio, beberapa kali menggagalkan upaya Atalanta, termasuk tendangan Berat Djimsiti. Sementara itu, Giacomo Raspadori dan Khéphren Thuram juga sempat membuang peluang untuk Juventus. Sayangnya, para pendukung tuan rumah tidak dapat merayakan gol dan Atalanta harus menerima kekalahan yang krusial.
Meski berhasil meraih kemenangan, Spalletti mengakui kondisi skuadnya belum ideal. Beberapa pemain tampil di bawah standar karena masalah kebugaran. Kenan Yildiz dan Francisco Conceicao disebutnya mengalami masalah fisik sebelum pertandingan.
Kemenangan ini dianggap lebih berharga dari sekadar tiga poin oleh Spalletti, mengingat tekanan dan kondisi fisik tim. Ia juga menyoroti kelemahan di lini belakang timnya saat menghadapi tim dengan intensitas tinggi seperti Atalanta, yang terkadang terlalu dalam dan tertekan.
Dengan hasil ini, Juventus naik ke peringkat keempat dengan mengumpulkan 60 poin. Mereka terus menjaga peluang untuk finis di zona empat besar Serie A, sebuah target penting untuk musim ini.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·