Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Kecelakaan tragis ini terjadi saat proses evakuasi kendala perjalanan sebelumnya tengah berlangsung di lokasi kejadian.
Data awal menunjukkan benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta, bahkan unit KA Argo Bromo menembus hingga ke area gerbong khusus wanita pada KRL. Dilansir dari Detikcom, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah korban jiwa maupun luka-luka.
Insiden bermula ketika sebuah KRL relasi Bekasi-Cikarang mengalami kecelakaan dengan menabrak satu unit taksi di perlintasan sebidang JPL 85. Peristiwa tersebut memaksa petugas menetapkan rangkaian sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena harus segera dievakuasi dari jalur operasional reguler.
Sebagai langkah penanganan, otoritas terkait kemudian menghentikan satu rangkaian KRL lainnya berkode PLB 5568 yang tengah menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas tidak sempat melakukan pengereman hingga menabrak KRL PLB 5568 yang sedang berhenti tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa seluruh proses penanganan korban dan evakuasi saat ini sedang dilakukan secara intensif dengan koordinasi antarlembaga. Ia menegaskan prioritas utama adalah keselamatan dan percepatan evakuasi di titik kecelakaan.
"Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan," ujarnya Selasa (28/4/2026).
Pemerintah juga memastikan pemberian ruang penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dudy menyebut investigasi independen sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api. Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif," ujar Dudy.
Saat ini layanan perjalanan kereta mengalami penyesuaian besar akibat proses pembersihan jalur di lokasi kejadian. Operasional KRL dari arah Jakarta untuk sementara waktu hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi guna menghindari penumpukan di area terdampak kecelakaan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·