Seorang penumpang bernama Endang Kuswati (40) berhasil dievakuasi setelah terjepit selama 10 jam di dalam gerbong kereta yang hancur akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Insiden maut ini dilaporkan mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tersebut telah bertambah menjadi 15 orang. Penambahan jumlah korban ini dikonfirmasi oleh otoritas kepolisian setelah dilakukan pendataan lanjutan terhadap para penumpang yang terlibat kecelakaan tersebut.
"Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting, dilansir dari Detikcom.
Keluarga korban menceritakan bahwa Endang sempat menghubungi mereka melalui telepon seluler saat masih terjepit di sela-sela material gerbong untuk meminta pertolongan. Iqbal, sepupu korban, menyatakan bahwa pihak keluarga menerima panggilan tersebut sekitar pukul 22.00 WIB pada Senin malam.
"Iya masih sempat buka HP ngabarin keluarga. Dia sampaikan dia ada di kereta yang kecelakaan dan minta tolong," kata Iqbal saat ditemui wartawan.
Iqbal mengungkapkan bahwa situasi saat komunikasi telepon berlangsung sangat mengharukan karena korban diliputi rasa takut yang luar biasa. Pihak keluarga segera bergerak menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur setelah mendapatkan kabar darurat tersebut.
"Iya dia nangis nelepon minta bantuan," ucap Iqbal.
Selama beberapa jam, keluarga tidak mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Endang karena petugas masih fokus pada penanganan awal di area kecelakaan. Informasi baru mulai menemui titik terang saat dini hari ketika identitas korban teridentifikasi masih berada di dalam kereta.
"Cuma dari jam 10.00 malam itu sampai jam 02.00 malam itu kita masih belum dapat kabar apakah korban ada di rumah sakit ataupun ada masih di dalam gitu. Cuma kita dapat informasi tambahan di jam 2 malam kalau misalkan korban itu masih di dalam," imbuh Iqbal.
Iqbal kemudian melihat dokumentasi dari pihak media yang memperlihatkan kondisi kerabatnya yang sudah sangat lemah di dalam gerbong. Petugas medis saat itu sudah mulai memberikan bantuan pernapasan darurat sementara proses pemotongan badan kereta dilakukan.
"Jadi aku dapat salah satu foto dari pers itu korban itu masih di dalam dalam kondisi lemas dan udah di dalam proses oksigen ya, karena di situ dia udah posisinya udah dari jam 9 malam juga untuk terjepit gitu," kata Iqbal.
Proses pengangkatan tubuh Endang dari reruntuhan gerbong berlangsung sangat lama karena posisi korban berada di bagian yang sulit dijangkau. Endang akhirnya baru bisa dikeluarkan sepenuhnya pada pukul 07.00 WIB pagi hari.
"Itu karena posisi kakak saya itu agak paling belakang karena menunggu dari yang sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi gitu. Jadi kakak saya baru selesai dievakuasi sekitar jam 7 pagi dan langsung dibawa ke RSUD Bekasi," katanya.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah taksi Green SM terjebak di tengah rel dekat Stasiun Bekasi Timur dan tertemper KRL tujuan Jakarta pada Senin malam. Akibat tabrakan itu, KRL terhenti di tengah jalur, yang kemudian memicu tabrakan susulan dari KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menuju KRL yang tengah berhenti di stasiun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·