KAI Commuter Tangani Gangguan KRL Rute Duri&Tangerang akibat Masalah Listrik

Sedang Trending 37 menit yang lalu

Gangguan sarana melanda perjalanan Commuter Line relasi Duri-Tangerang di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya pada Selasa (26/5/2026) sore, yang mengakibatkan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.

Masalah pada operasional KRL ini dikonfirmasi oleh pihak manajemen perkeretaapian setelah menerima laporan dari lapangan, seperti dilansir dari Detikcom.

"KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan sarana pada perjalanan Commuter Line No. 1978A relasi Duri-Tangerang yang terjadi pada Selasa (26/5) pukul 17.05 WIB di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Pihak berwenang segera mengirimkan tim teknis ke lokasi kejadian untuk menangani pemadaman Listrik Aliran Atas (LAA) yang sempat melumpuhkan jalur tersebut.

"Setelah menerima informasi, petugas terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan Commuter Line," ujar Leza.

Arus listrik akhirnya berhasil dinyalakan kembali pada pukul 17.56 WIB, dan rangkaian kereta yang bermasalah dievakuasi ke Stasiun Rawabuaya guna investigasi lebih lanjut.

Imbas dari insiden ini membuat banyak pekerja komuter mengalihkan moda transportasi mereka demi menghindari kemacetan parah di stasiun transit.

"Tadi sampai di Sudirman 18.50 WIB dan itu antreannya udah panjang banget dan bakal makan waktu. Antreannya sampai ke depan pintu stasiun," kata Tsalfa saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).

Pekerja swasta tersebut memutuskan untuk beralih menggunakan Kereta Api (KA) Bandara menuju Stasiun Batu Ceper agar tetap bisa pulang dengan kepastian jadwal.

"Aku pikir kalau misal transit di Duri sedangkan situasi di Duri masih nggak jelas jam keberangkatannya karena yang aku dengar jalur KA Bandara ikut dipakai. Cuma aku pikir kalau aku transit di Duri dan nungguin kereta yang nggak pasti keberangkatannya, ya udah KA Bandara aja yang sengaknya aku bisa duduk," katanya.

Tsalfa rela menunggu keberangkatan KA Bandara dari Stasiun Sudirman pada pukul 20.00 WIB karena kondisi ruang tunggu yang juga terpantau lebih ramai dari biasanya.

"Aku pikir kalau aku ikut-ikutan chaos di situ (Stasiun Duri), nggak apa-apa deh aku tunggu 1 jam dulu naik kereta bandara," jelas Tsalfa.

Lonjakan jumlah penumpang KA Bandara malam itu diduga terjadi akibat akumulasi gangguan KRL dan pergerakan masyarakat menjelang hari raya.

"Situasinya lebih padat apa ini karena faktor besok Lebaran atau lagi gangguan, mungkin combo dua ini ya," katanya.