Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan KRL lintas Bekasi–Cikarang kembali beroperasi normal melayani penumpang, seiring Stasiun Bekasi Timur yang telah dibuka kembali setelah proses pemulihan pascainsiden Senin (27/4) malam.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan beroperasinya kembali stasiun dan lintasan tersebut menyusul hasil uji coba operasional yang telah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar.
"Setelah berbagai tahapan uji coba tersebut, perjalanan KRL pada lintas Bekasi–Cikarang telah kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WIB," kata Anne dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.
KAI memastikan seluruh tahapan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
KAI menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan dan pemulihan operasional. Seluruh proses telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta kenyamanan pengguna jasa.
“KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasional. Pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan setelah dipastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya Stasiun Bekasi Timur dan normalnya perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar, khususnya bagi pengguna KRL di wilayah Bekasi, Cikarang dan sekitarnya.
KAI juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
Sebelumnya, insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Akibat kejadian nahas itu, KAI menyatakan sebanyak 107 orang menjadi korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka.
Dari 91 orang yang mengalami luka-luka, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
KAI memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan yang optimal dengan dukungan tenaga medis guna mempercepat proses pemulihan pascainsiden yang terjadi di jalur kereta tersebut.
KAI juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta berupaya menjaga komunikasi agar informasi terkait penanganan korban dapat diterima secara jelas dan transparan.
Selain itu, KAI juga memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal pada insiden tersebut ditanggung secara penuh.
Baca juga: Stasiun Bekasi Timur Kembali Layani Penumpang, Perjalanan KRL Bekasi–Cikarang Beroperasi Normal
Baca juga: KAI: Uji coba KRL Bekasi-Cikarang lancar, pemulihan dilakukan bertahap
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·