KAI Pastikan Masinis Argo Bromo Selamat dalam Kecelakaan di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi masinis KA Argo Bromo yang terlibat dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Dilansir dari Detikcom, pihak manajemen memastikan bahwa personel tersebut dalam keadaan selamat pascainsiden tabrakan dengan KRL Commuter Line.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa masinis tersebut sudah berhasil dievakuasi dari lokomotif. Hal itu ia sampaikan saat meninjau lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Sudah di luar. Kondisinya baik," kata Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan data hingga Selasa dini hari, musibah ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Bobby menegaskan bahwa seluruh korban jiwa merupakan penumpang yang berada di dalam rangkaian KRL Commuter Line.

"Per jam 01.00 ini, itu korban meninggal dunia itu ada 4 orang. Kemudian yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang," jelas Bobby.

"(Korban meninggal) dari penumpang KRL," imbuhnya.

Kronologi kejadian bermula ketika sebuah taksi menemper rangkaian KRL di pintu perlintasan dekat Bulak Kapal pada Senin (27/4). Insiden dengan kendaraan tersebut memaksa KRL berhenti secara darurat di lintasan.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa posisi KRL yang terhenti menjadi pemicu tabrakan susulan. Kereta Argo Bromo yang melaju di jalur yang sama kemudian menabrak bagian belakang KRL tersebut.

"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, saat dihubungi, Senin (27/4).

Hantaman dari kereta jarak jauh itu terjadi saat kondisi KRL tidak dapat bergerak setelah insiden di perlintasan sebidang. Upaya observasi dan penanganan medis masih terus dilakukan terhadap puluhan korban luka yang tersebar di beberapa rumah sakit.

"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.