Korban Tewas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Bertambah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jumlah korban jiwa dalam insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, dilaporkan meningkat menjadi empat orang pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB. Penambahan jumlah korban ini terkonfirmasi seiring proses evakuasi yang masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian.

Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan laporan awal yang masuk. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan rincian terkini mengenai total warga yang terdampak dalam kecelakaan transportasi tersebut.

"Ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 4 orang yang teridentifikasi meninggal dunia. Ini kami upayakan secepatnya," kata Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, Senin (27/4/2026).

Anne menjelaskan bahwa PT KAI memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Stasiun Senen. Langkah ini diambil guna mempermudah serta mempercepat ruang gerak tim penyelamat dalam mengevakuasi para korban di jalur perlintasan.

"Ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 4 orang yang teridentifikasi meninggal dunia. Ini kami upayakan secepatnya," kata Anne Purba, VP Corporate Communication KAI.

Sebelumnya, rincian mengenai sebaran rumah sakit rujukan bagi para korban luka juga telah dipetakan oleh pihak otoritas terkait. Hal ini mencakup beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Kota Bekasi.

"Ada 3 orang tewas dan 29 dilarikan ke rumah sakit, masing-masing di RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RSUD Bantar Gebang," kata Sufmi Dasco, Wakil Ketua DPR.

Berdasarkan laporan kronologi dari KAI, kecelakaan bermula ketika sebuah taksi menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal yang mengakibatkan KRL berhenti mendadak. Posisi KRL yang terhenti tersebut kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju tepat di belakangnya.