ARTICLE AD BOX
PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menerapkan penggunaan biosolar B40 pada seluruh lokomotif serta genset operasionalnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transisi energi di sektor transportasi, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan, seperti dilansir dari Money, Selasa (25/6/2026).
Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa seluruh sarana operasional kini telah menggunakan bahan bakar berbasis energi terbarukan. Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi dampak emisi operasional kereta api.
“Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40,” kata Anne.
KAI juga mempersiapkan langkah lanjutan dengan rencana mengadopsi biosolar B50. Namun, penggunaan bahan bakar ini masih menunggu hasil uji teknis guna memastikan keamanan dan kelayakan sebelum diterapkan secara luas.
Anne menambahkan bahwa KAI sangat memperhatikan dan siap mendukung inisiatif Kementerian ESDM dalam pengembangan biosolar B50. Setiap lokomotif dan genset akan menjalani pengujian menyeluruh untuk menjamin keselamatan perjalanan tetap terjaga.
Pemanfaatan B40 tidak hanya dinilai mampu menekan emisi operasional, tetapi juga memperkuat posisi kereta api sebagai moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati untuk mendukung target net zero emission pada tahun 2060.
“Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan,” tutur Anne.
Bersamaan dengan transisi energi hijau ini, KAI juga mencatat adanya peningkatan jumlah pengguna layanan kereta api. Selama kuartal I 2026, volume penumpang mencapai 14.515.350 orang.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 18,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 12.261.632 penumpang.
Selain angkutan penumpang, KAI juga melaporkan tingginya angka angkutan logistik. Pada periode yang sama, KAI berhasil mengangkut 12.075.002 ton batu bara dan 2.873.440 ton barang lainnya. Seluruh distribusi logistik ini juga dilakukan dengan sarana yang telah menggunakan biosolar B40.
Anne menyoroti bahwa penggunaan energi terbarukan ini merupakan bentuk dukungan KAI terhadap kebijakan energi pemerintah. Ia juga melihat adanya kesadaran masyarakat yang terus meningkat untuk beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·