Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan negara tersebut, menegaskan bahwa Ottawa akan mengurangi ketergantungan besar pada Amerika Serikat untuk pengadaan militer. Pernyataan ini disampaikan Carney saat berpidato di konvensi Partai Liberal pada Sabtu, 12 April 2026, yang juga menyoroti ketegangan hubungan dengan Washington.
Carney menyatakan bahwa model belanja militer Kanada, di mana sekitar 70 persen anggaran pengadaan diarahkan ke perusahaan-perusahaan AS, "tidak lagi berkelanjutan." Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian Kanada di tengah tatanan global yang terus berubah, dilansir dari Reuters.
Keputusan tersebut datang bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk kampanye militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran, ketidakpastian perdagangan, dan kemajuan teknologi pesat seperti kecerdasan buatan. Carney menyebut momen ini "transformasional," menyerukan persatuan untuk menavigasi kondisi global yang dinamis.
"Masa-masa ketika militer Kanada mengirimkan 70 sen dari setiap dolar ke Amerika Serikat sudah berakhir," kata Carney, menegaskan dorongan untuk otonomi strategis. Dia juga menambahkan bahwa Kanada harus mendiversifikasi kemitraan pertahanan dan memperkuat kapasitas domestik.
Dalam pidatonya, Carney juga menyentil mantan Presiden AS Donald Trump, menyoroti dampak boikot barang-barang Amerika yang terus berlanjut di Kanada. Boikot ini, kata Carney, terkait dengan langkah-langkah perdagangan Trump dan serangan retorisnya terhadap Kanada selama masa jabatan kedua.
Carney mencatat adanya "tindakan solidaritas individu kecil" dari warga Kanada, termasuk mereka yang memilih liburan domestik daripada ke Amerika Serikat, serta menghindari pembelian produk alkohol AS. "Apakah ada yang minum bourbon baru-baru ini?" tanya Carney, yang disambut tepuk tangan dan tawa dari hadirin di Montreal, sebelum menambahkan bahwa warga Kanada "sedang menemukan kembali negara kita."
Hubungan antara dua negara yang secara historis bersahabat ini telah memburuk sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih tahun lalu. Tarif tinggi yang dikenakan pada impor Kanada serta pernyataan Trump yang berulang kali menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51" AS, menjadi pemicunya.
Boikot produk Amerika yang meluas di Kanada telah berdampak signifikan pada penjualan di salah satu pasar paling penting bagi industri AS. Pada awal tahun lalu, beberapa provinsi di Kanada bahkan menghapus produk alkohol Amerika dari rak-rak toko sebagai respons terhadap tarif baru, yang terkait dengan gerakan "Beli Kanada" yang oleh pejabat perdagangan AS disebut "sangat menghambat" ekspor alkoholnya.
Menurut laporan terbaru dari Distilled Spirits Council of the United States, ekspor ke Kanada turun 70 persen dibandingkan tingkat tahun 2024. Carney juga menguraikan strategi nasional yang mendukung gagasan kemandirian Kanada, termasuk memprioritaskan pemasok dalam negeri, mendiversifikasi ekspor dari AS, dan mengejar kebijakan ekonomi serta luar negeri yang lebih independen.
"Dengan kebijakan 'Beli Kanada' yang baru, ketika pemerintah federal membelanjakan, kami akan memilih pemasok Kanada secara default," ujar Carney. Dia melanjutkan, "Kami akan membangun Kanada yang kuat dengan baja Kanada, aluminium Kanada, kayu Kanada, pekerja Kanada."
Carney menyatakan bahwa Kanada berada di jalur yang tepat untuk menggandakan ekspor non-AS menjadi 300 miliar dolar AS selama dekade berikutnya. "Pada saat yang menentukan ini, warga Kanada menunjukkan betapa kuatnya kita," kata Carney, mengutip pilihan warga Kanada untuk memilih anggur lokal dibanding produk dari California, atau berlibur di Prince Edward Island daripada Florida.
"Tindakan solidaritas individu yang kecil, tetapi diulang jutaan kali, dan bersama-sama mereka membuat pernyataan: Kami adalah penguasa takdir kami sendiri," tambahnya. Office of the United States Trade Representative, dalam laporan terbarunya tentang "Foreign Trade Barriers," menyatakan bahwa pembatasan pasar oleh dewan kontrol minuman keras provinsi Kanada "sangat menghambat ekspor anggur, bir, dan minuman beralkohol AS ke Kanada."
Keretakan dalam hubungan AS-Kanada terus muncul. Sebuah jajak pendapat yang ditugaskan oleh The Globe and Mail menunjukkan 57 persen responden mendukung Kanada bergabung dengan Uni Eropa, dengan 32 persen menentang gagasan tersebut dan 12 persen tidak yakin.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·