Kanker Serviks Renggut Lebih dari 350 Ribu Nyawa Setiap Tahun, Dokter Beri Tips Ini

Sedang Trending 7 jam yang lalu
Jakarta -

Setiap tahun, lebih dari 350 ribu wanita meninggal dunia karena kanker serviks di seluruh dunia. Tak seperti kanker yang muncul secara tiba-tiba dan tak terduga, kanker ini bisa diketahui penyebab dan alat untuk mencegahnya.

Dikutip dari laman Times of India, para peneliti mengidentifikasi HPV atau human papillomavirus sebagai penyebab hampir semua kasus kanker serviks. Penemuan ini mengubah kanker serviks dari misteri menjadi kondisi yang bisa dicegah.

Vaksin HPV

Vaksin HPV adalah upaya pencegahan utama dari kanker serviks. Studi menunjukkan bahwa anak perempuan yang menerima vaksinasi HPV pada usia 12-13 tahun mengalami penurunan kejadian kanker serviks sebesar 87 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut konsultan senior onkologi ginekologi, Dr Neha Kumar, waktu yang tepat untuk vaksinasi sangatlah penting. Bagi wanita yang divaksinasi pada usia lebih tua (16-18 tahun), penurunan kejadian kanker serviks turun menjadi 34 persen.

Virus ini menyebar melalui kontak seksual, jadi, vaksinasi sebelum terpapar jauh lebih efektif. Meski demikian bukan berarti wanita yang lebih tua tidak mendapatkan manfaat dari vaksin HPV. Hanya saja perlindungannya lebih rendah.

"Banyak orang dewasa mungkin mendapat manfaat dari vaksinasi setelah konsultasi medis," katanya.

Skrining Kesehatan

Penting pula untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Kanker serviks stadium awal seringkali berkembang tanpa gejala. Tes Pap Smear dan tes HPV bisa mendeteksi perubahan sel abnormal bertahun-tahun sebelum menjadi kanker.

Konsekuensi dari melewatkan pemeriksaan kesehatan adalah kanker didiagnosis terlambat. Saat sudah stadium lanjut, pengobatan menjadi jauh lebih sulit.

Praktekkan Aktivitas Menyehatkan

Dr Kumar juga menyarankan untuk menjaga kebersihan organ intim dengan baik, mempraktikkan ksehatan seksual yang aman, hingga melakukan pengobatan saat mengalami infeksi berulang.

Pola makan juga berperan. Makanan yang kaya akan antioksidan, sayuran hijau, dan makanan kaya folat mendukung fungsi kekebalan tubuh. Tidur yang cukup juga penting, sebab sistem kekebalan tubuh yang sehat seringkali bisa membersihkan infeksi HPV dengan sendirinya.

Selanjutnya yang tak kalah penting yaitu jangan menganggap gejala yang tidak biasa menjadi hal yang normal. Perdarahan tidak teratur, perdarahan setelah berhubungan seksual, keputihan tidak biasa atau nyeri panggul yang terus menerus tidak boleh dianggap sebagai masalah hormonal.

(elk/up)