Kapan Mobil Terbang Wara-wiri di Langit Indonesia?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Dalam film-film fantasi era 90-an, masa depan digambarkan dengan mobil terbang yang wara-wiri di udara. Namun, hingga kini, imajinasi tersebut belum benar-benar terwujud. Lantas, kapan mobil terbang memenuhi langit Indonesia?

Kini, mobil terbang dibangun sejumlah produsen asal China, salah satunya Xpeng. Bahkan, mereka memiliki divisi khusus bernama AeroHT untuk mengembangkan kendaraan masa depan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil terbang mereka, yakni Xpeng X2, telah beberapa kali melantai di pameran otomotif nasional. Bahkan, di negara asalnya, kendaraan tersebut sudah mulai diterbangkan secara singkat. Namun, hingga sekarang, unitnya belum beredar secara massal.

An engineer inspects the propellers of the electric flying car XPeng Voyager X2 by XPeng AeroHT, before a demonstration flight in Beijing, China June 18, 2024. REUTERS/Tingshu WangMobil terbang Xpeng X2 di Beijing. Foto: REUTERS/Tingshu Wang

Chief Executive Officer (CEO) Xpeng Indonesia, Iki Wibowo mengatakan, menjadikan mobil terbang sebagai kendaraan massal bukan perkara mudah. Meski kelak mungkin terwujud, namun dia tak bisa memastikan, kapan kendaraan tersebut bisa mengudara di Indonesia.

"Mobil terbang kan ada road worthiness dan air worthiness, regulasi-regulasi itu lagi dipelajari semua. Kalau bisa fulfill regulasinya, why not? Tapi at the moment, kita masih di tahap pelajari terus," ujar Iki Wibowo di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Ketika ditanya apakah 5-10 tahun lagi mobil terbang sudah bisa beroperasi di Indonesia, Iki juga belum bisa menjawabnya. Sebab, hingga sekarang, pihaknya belum melakukan uji coba di dalam negeri.

"Belum indept (studinya di Indonesia), karena kita belum bawa unit sample untuk dicoba. Jadi belum (dalam waktu dekat) sih," tuturnya.

Menurut Iki, meski mobil terbang punya fitur autonomous atau otonom, namun dalam pengoperasiannya tetap butuh bantuan pengemudi. Setidaknya, kata dia, ada yang standby di balik kemudi.

"Saya juga dengar fiturnya bisa otonom, tapi dia kan arahnya nggak ke driverless. Tetap harus ada pengemudinya," ungkapnya.

"Contoh kayak kita punya fitur Xpilot 4.0, otonom tapi kita tetap harus pegang setirnya. Kalau nggak dipegang, dia nggak kirim reminder. Just to make sure ada orang di situ," kata dia menambahkan.


(sfn/dry)