Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan sederet capaian panen raya kedua yang jumlahnya mencapai berton-ton. Ini adalah upaya Polri ikut serta di bidang panen raya, sebagai bagian mewujudkan ketahanan swasembada pangan.
"Pada tahun 2025 kami merealisasikan penanaman jagung 661,112 ribu hektare dengan hasil panen 3,9 juta ton untuk meningkatkan produksi jagung 1,8 juta ton," kata Listyo di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Kapolri menambahkan, pihaknya pada 2026 memiliki potensi lahan seluas 1,37 juta hektare di seluruh Indonesia. Selanjutnya, pada 8 Januari 2026 pihaknya telah melakukan panen kuartal pertama pada lahan 91 ribu hektare dengan hasil panen 884.129 ton.
"Hari ini kami akan panen raya jagung kuartal kedua dengan lahan 189.760 hektare dengan potensi hasil panen 1,23 juta ton," terangnya.
Dari total tersebut, sebanyak 100 ton dikirim ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kemudian, pihak koperasi membeli dari petani seharga Rp 6500 per kilogram.
"Kemudian dijual ke Malaysia Rp 7000 per kilogram. Sehingga ada margin keuntungan Rp 500 per kilogram," jelasnya.
Kapolri menambahkan, di daerah Tuban juga akan diselenggarakan panen raya pada lahan seluas 101,5 hektare dari empat Gapoktan. Yakni meliputi Gapoktan KTH Wonolestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wonomulyo, dan lahan PT Semen Indonesia.
"Potensi hasil panennya sebesar 609 ton. Hasil panen akan dibawa ke Bulog guna mendukung stabilitas pasokan dan cadangan pangan," imbuhnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·