Kapolri Perkuat Kualitas SDM Penyidik Hadapi Kejahatan Transnasional

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reskrim Polri 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Detikcom, kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme penyidik melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi tantangan hukum global.

Peningkatan kapasitas personel dianggap krusial mengingat munculnya berbagai celah hukum dan perkembangan kejahatan lintas negara. Kapolri memandang sinergi antarlembaga sebagai instrumen vital untuk memenuhi ekspektasi publik terhadap rasa keadilan di Indonesia.

"Rakernis kali ini adalah bagian dari upaya dari Bareskrim dan jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan penguatan kualitas dan kemampuan SDM," kata Sigit di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa penguatan kualitas personel kepolisian merupakan fondasi utama dalam merespons situasi global yang memengaruhi stabilitas dalam negeri. Hal ini termasuk mengantisipasi modus operandi baru yang digunakan oleh jaringan kejahatan transnasional.

"Tentunya sinergitas dan kolaborasi antar seluruh instansi kementerian lembaga ini menjadi sangat penting. Sehingga apa yang menjadi harapan Bapak Presiden untuk bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat," ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri tersebut turut menekankan urgensi perbaikan layanan publik, terutama dalam memberikan perlindungan bagi kelompok rentan. Aparat diminta bertindak tegas dalam menuntaskan perkara yang mengancam keamanan negara maupun masyarakat luas.

"Juga melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas terhadap para pelaku-pelaku kejahatan yang membahayakan negara, membahayakan masyarakat, dan juga tentunya bagaimana kita terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya kelompok kelompok rentan," tegas Sigit.

Kepolisian saat ini dituntut untuk senantiasa adaptif terhadap perkembangan taktik kriminal yang terus mencari celah hukum. Penajaman insting penyidik menjadi prioritas agar Polri tetap menjadi garda depan dalam memberikan jaminan keamanan.

"Di satu sisi juga bagaimana kita terus mengikuti perkembangan kejahatan kejahatan transnasional yang tentu terus berkembang untuk mencari celah-celah untuk melakukan modus-modus operandi kejahatan baru," lanjut Sigit.

Selain aspek operasional, Kapolri menyoroti transisi regulasi seiring berlakunya KUHP dan KUHAP yang baru. Ia menginstruksikan jajaran Reskrim untuk memahami perubahan paradigma hukum agar implementasi di lapangan selaras dengan semangat keadilan restoratif.

"Harapan kita semua bisa bekerja sama dengan seluruh APH (Aparat Penegak Hukum)buntuk bisa memberikan harapan baru terkait dengan paradigma KUHP dan KUHAP yang baru, yang tentunya banyak memberikan ruang keadilan restoratif (restorative justice) di semua tingkatan," jelas Sigit.

Sigit menambahkan bahwa fokus penegakan hukum kini bergeser pada pemulihan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat. Peningkatan literasi hukum di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah.

"Ini menunjukkan wujud komitmen kita untuk bersama-sama bersatu melaksanakan penegakan hukum yang menjadi perhatian khusus pemerintah, dan juga memberikan rasa aman serta memberikan keadilan bagi masyarakat yang perlu mendapatkan pelayanan di bidang hukum," pungkas Sigit.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menkomdigi Meutya Hafid, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, Kepala BNN Suyudi Ario Seto, serta Jampidum Asep Nana Mulyana.