Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) terkait pembenahan jenjang karier bagi calon pimpinan Polri di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Detikcom, penyiapan kader pimpinan tersebut kini menjadi tugas utama Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM).
As SDM diperintahkan untuk memetakan kriteria anggota yang memiliki kompetensi mumpuni guna mengisi posisi strategis di lingkungan kepolisian. Pembenahan sistem ini mencakup pemetaan calon pimpinan mulai dari level daerah hingga markas besar.
"Secara umum rekomendasi itu untuk career path itu artinya dari As SDM khususnya ya, memberikan gambar terkait dengan calon-calon pimpinan Polri, bukan hanya Kapolri," kata Sigit menjawab pertanyaan wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Jenderal Sigit menegaskan bahwa proses seleksi internal bertujuan menyaring personel yang benar-benar layak secara administrasi maupun kemampuan teknis. Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi perwira terbaik untuk berkompetisi secara sehat.
"Yang memiliki kemampuan-kemampuan yang tentunya eligible, yang pantas untuk kemudian diberikan ruang dan kesempatan untuk menjadi calon-calon pimpinan apakah itu di tingkat Polda, apakah itu di tingkat Mabes, ataukah menjadi pimpinan tertinggi Polri," jelasnya.
Terkait mekanisme pemilihan pucuk pimpinan tertinggi, Sigit menekankan bahwa Polri hanya berwenang menyiapkan kandidat secara internal. Keputusan akhir mengenai pengangkatan posisi tersebut sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
"Yang jelas itu semua menjadi bagian yang harus kita siapkan dan tentunya itu kewenangan dari Kompolnas untuk mengajukan dan nanti kebijakannya ada di Bapak Presiden," terang Jenderal Sigit.
Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri, Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, menyatakan bahwa rekomendasi perbaikan persiapan calon Kapolri telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (6/5/2026). Dofiri menekankan pentingnya rekam jejak tanpa cela bagi setiap kandidat.
"Orang yang akan menjadi Kapolri itu yang pangkatnya di bawah Kapolri. Berarti siapa? Bintang 3. Ketika bintang tiganya sudah melalui career path yang bagus, ada rekam jejak jadi bintang tiganya benar ya, sudah lulus seleksi," kata Dofiri saat jumpa pers di kantor Sekretariat Komisi Reformasi Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Dofiri menambahkan bahwa pengawasan terhadap riwayat karier anggota harus dilakukan sejak awal masa dinas perwira. Menurutnya, idealisme dalam kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi (Pati) harus mengikuti ketentuan masa dinas yang telah ditetapkan secara ketat.
"Jenjang Perwira Tinggi, ketika orang menjadi Pati, idealnya itu nah di rekomendasi disampaikan. Idealnya itu orang menjadi Pati itu, kan ketentuannya jelas, orang menjadi Pati Polri itu harus masa dinas perwiranya atau MDP-nya itu 25 tahun," jelasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·