Karantina Penumpang AS Terpapar Hantavirus di Kapal Hondius Diperpanjang

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Sebanyak 18 warga Amerika Serikat yang terpapar hantavirus di kapal pesiar Hondius harus menjalani perpanjangan masa karantina di Unit Karantina Nasional Pusat Medis Universitas Nebraska, Omaha, melampaui jadwal awal pada Minggu (31/5/2026).

Dilansir dari Bloombergtechnoz, langkah isolasi ini tetap diberlakukan oleh pejabat kesehatan masyarakat negara bagian demi memantau kemunculan gejala hantavirus secara menyeluruh, termasuk pada seorang pensiunan dokter yang sempat dinyatakan positif namun kini telah sembuh secara medis.

Departemen Kesehatan Negara Bagian New York mengonfirmasi bahwa dua warga asal New York diperkirakan dapat meninggalkan fasilitas isolasi pada pekan depan, sedangkan penumpang lainnya wajib menetap di Nebraska hingga masa inkubasi penuh selesai pada 22 Juni 2026.

Penumpang yang diperbolehkan pulang akan diangkut menggunakan penerbangan non-komersial menuju kediaman mereka di luar Kota New York, serta diwajibkan mengikuti pemantauan harian tanpa kontak dengan orang luar hingga masa karantina berakhir sepenuhnya.

Pihak otoritas medis sejauh ini belum merilis rincian informasi mengenai sisa penumpang lain yang masih tertahan di dalam fasilitas karantina tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa mereka terus bekerja sama dengan para penumpang serta departemen kesehatan di tingkat negara bagian dan lokal selama periode pemantauan yang berlangsung selama 42 hari.

Sebelumnya, ketidakpastian sempat muncul terkait sifat dari pelaksanaan isolasi ini, karena pejabat kesehatan AS awalnya ragu apakah karantina tersebut bersifat sukarela atau wajib bagi seluruh penumpang.

"jika situasi rumah mereka memungkinkan."

ujar Jay Bhattacharya, Penjabat Direktur CDC pada awal Mei 2026 saat menjelaskan pilihan bagi penumpang untuk menetap di Nebraska atau kembali ke komunitas asal.

Kendati demikian, pimpinan lintas pemerintahan federal akhirnya memutuskan untuk mewajibkan karantina bagi seluruh penumpang di Nebraska hingga akhir Mei, mengingat masa inkubasi hantavirus yang dapat mencapai 42 hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pernyataan resmi pada 28 Mei 2026 menyebutkan bahwa laporan kasus infeksi baru yang terus bermunculan hingga enam pekan setelah paparan pertama bukan merupakan hal mengejutkan akibat panjangnya masa inkubasi virus tersebut.

Kasus ini bermula pada awal April 2026 ketika seorang individu di atas kapal Hondius mengeluhkan gangguan pernapasan, yang kemudian diikuti oleh kematian tiga orang penumpang lainnya.

Manajemen kapal Hondius telah mengevakuasi para penumpang di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei 2026, sebelum warga negara AS dipindahkan ke Unit Karantina Nasional keesokan harinya.

Saat ini, CDC telah mengalihkan prioritas fokus utamanya ke penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan negara-negara tetangga dengan mengirimkan personel bantuan langsung ke Afrika.