Winger São Paulo, Ferreirinha, menerima kartu merah langsung hanya 30 detik setelah memasuki lapangan dalam pertandingan leg kedua babak kelima Copa do Brasil melawan Juventude pada Rabu (13/5/2026). Insiden pengusiran kilat tersebut memicu reaksi beragam dari para pendukung klub di media sosial X.
Wasit Rodrigo Jose Pereira de Lima yang memimpin jalannya laga menilai sang pemain melakukan upaya penyerangan terhadap lawan saat timnya sedang menekan. Keputusan ini diambil di tengah atmosfer pertandingan yang memanas, menyusul benturan fisik keras antara Calleri dan Rodrigo Sam yang membuat bek Juventude mengalami pendarahan pada bagian mulut.
Para penggemar São Paulo terbelah dalam menanggapi tindakan pemain bernomor punggung tersebut, di mana sebagian besar menyayangkan tindakan ceroboh sang pemain. Beberapa pengguna media sosial bahkan melontarkan kritik tajam dengan menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang amatir.
"Ferreirinha é burro? Muito. Isso daí foi pra expulsão? Nunca" ujar seorang pengguna X sebagaimana dilansir dari band.com.br.
Meski mengkritik kecerobohan sang pemain, pendukung tersebut juga mempertanyakan validitas keputusan wasit yang dianggap terlalu berlebihan dalam memberikan hukuman. Kelompok suporter lain juga menyoroti rekam jejak sang pengadil lapangan yang dinilai kerap melakukan keputusan kontroversial di masa lalu.
"Ferreirinha é o que é... Mas isso tidak era pra expulsão. Não é a primeira vez que esse árbitro apronta" kata pendukung lain dalam unggahan yang sama.
Sentimen negatif terhadap performa pemain tidak hanya terbatas pada kritik teknis, melainkan meluas hingga tudingan sabotase internal. Sebagian kecil warganet berspekulasi bahwa aksi tersebut disengaja untuk mengganggu stabilitas kepemimpinan pelatih di ruang ganti.
"Os cara nem disfarça que quer derrubar o treinador, e eles tão certo" tulis salah satu komentar netizen di platform X.
Di sisi lain, terdapat pembelaan yang menyebutkan bahwa Ferreirinha hanya berusaha melepaskan diri dari kawalan ketat pemain lawan. Para pendukung dalam kelompok ini menilai bahwa wasit saat ini cenderung terlalu mudah mengeluarkan kartu untuk kontak fisik yang minimal.
"Claramente foi-se desvencilhar da marcação, essa é a arbitragem atual, em que tudo tem que dar kartu" bunyi komentar pendukung yang merasa timnya dirugikan oleh keputusan tersebut.
Analisis dari mantan wasit Paulo César Oliveira dalam tayangan SporTV mengonfirmasi bahwa sang pengadil lapangan memang bersikap sangat kaku dalam menerapkan aturan pada momen tersebut. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi strategi Roger Machado yang harus kehilangan satu pemain di saat kondisi tim sedang dilanda krisis cedera pilar utama.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·