Kebakaran Hanguskan Kantor Bupati Bulungan dan Melukai Petugas Damkar

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Kebakaran hebat melanda bangunan Kantor Bupati Bulungan di Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, hingga menyebabkan seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka akibat terkena pecahan kaca saat berupaya memadamkan kobaran api.

Peristiwa tersebut dikonfirmasi melanda gedung pemerintahan yang terletak di Jalan Jelarai Raya, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Hingga pukul 22.00 Wita, api dilaporkan makin membesar dan melahap ruang kerja bupati serta wakil bupati Bulungan.

Nurdin, seorang petugas Damkar Bulungan yang sedang tidak mendapatkan jadwal piket, langsung bergegas menuju lokasi setelah mendengar informasi mengenai insiden kebakaran tersebut melalui radio. Ia mengalami cedera di bagian tangan saat mencoba menghalau runtuhan kaca dari atas gedung.

"Saya tadi menghindari pecahan kaca dari atas agar tidak jatuh ke badan dengan tangan," ujar Nurdin.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan segera memberikan tindakan medis dengan membersihkan dan membalut dua jari tangan Nurdin yang terluka. Nurdin menjelaskan bahwa seluruh personel pemadam kebakaran tetap dikerahkan untuk menjinakkan api meskipun sedang lepas dinas.

"Tadi saya lagi makan di rumah dan sedang tidak piket, tapi saat mendengar radio ada 65 (kebakaran) di Kantor Bupati, saya langsung jalan," kata Nurdin.

Kobaran api dilaporkan bersumber dari area bagian belakang bangunan utama Kantor Bupati Bulungan. Penanganan darurat ini melibatkan pengerahan seluruh armada pemadam kebakaran yang tersedia di wilayah setempat.

"Kayaknya semua armada kita turun, ada delapan dari Markas Jalan Katamso dan ada dua armada yang memang standby di kecamatan terdekat," ungkap Nurdin.

Pihak pemadam kebakaran langsung melakukan lokalisasi area begitu tiba di tempat kejadian perkara guna mencegah perambatan api yang lebih luas.

"Saya langsung saja ke Kantor Bupati seketika mendengar kabar kebakaran," imbuh Nurdin.

Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari mobil Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) serta Armoured Water Cannon (AWC) milik Polda Kaltara dan Polresta Bulungan. Selain itu, armada tambahan dari Bandara Tanjung Harapan dan TNI AD turut diterjunkan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Bulungan, Tono, mengerahkan belasan personel dan sejumlah kendaraan ambulans dari tingkat provinsi serta kabupaten untuk bersiaga penuh di sekitar lokasi kebakaran.

"Anggota PMI Provinsi Kaltara dan Kabupaten Bulungan sebanyak 14 orang yang turun dan ada tiga unit ambulans kita siagakan di lokasi kebakaran," ujar Tono.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena kerumunan masyarakat yang memadati kawasan Kantor Bupati Bulungan sekitar pukul 21.30 Wita. Petugas keamanan dan damkar terpaksa memberikan instruksi tegas agar warga tidak menghalangi jalur perlintasan armada penyelamat.

"Mundur-mundur. Jangan nonton," kata petugas damkar dan petugas keamanan.

Insiden ini memicu kepanikan di kalangan staf, termasuk Suminah, seorang petugas kebersihan di kantor tersebut yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi kejadian dan langsung mendatangi tempat kerja begitu melihat kobaran api dari rumahnya.

"Ya Allah.. Allahuakbar.. Mudah-mudahan cepat padam," ucap Suminah.

Suminah mengaku sangat terkejut dan panik setelah melihat besarnya kobaran api yang meluas dengan cepat ke ruang-ruang utama kantor bupati.

"Baru saja melihat tadi saya langsung ke sini. Karena api kelihatan dari rumah," ujar Suminah.

Kobaran api akhirnya mulai dapat dikendalikan dan dikuasai oleh tim gabungan sekitar pukul 23.00 Wita. Petugas pemadam kebakaran tetap melanjutkan proses pendinginan di area terdampak karena beberapa titik api sekunder sempat kembali muncul, sementara aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan para saksi untuk memastikan penyebab utama kebakaran.