Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Tewaskan Mahasiswi Unila

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Insiden maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan 16 orang meninggal dunia. Salah satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut teridentifikasi sebagai Vica Acnia Fratiwi, seorang mahasiswi berusia 23 tahun asal Kabupaten Bekasi.

Dilansir dari Detikcom, kecelakaan bermula saat sebuah KRL arah Jakarta terhenti di tengah rel setelah terlibat tabrakan dengan taksi Green SM. Kondisi tersebut memicu penumpukan kendaraan di lintasan dan menyebabkan KRL arah Cikarang turut tertahan di Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Nina, kakak kandung Vica, mengungkapkan bahwa adiknya memiliki rencana besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sebelum musibah itu terjadi.

"Dia mau kuliah, masih mau S2. Dia kan soalnya ambis (punya ambisi, red) banget kan. Anaknya pinter kayak gitu kan," kata Nina, Rabu (29/4/2026).

Keluarga mengenang almarhumah sebagai sosok yang sangat berdedikasi terhadap pendidikan selama masa kuliahnya. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian akademik Vica yang menyelesaikan studi di Universitas Lampung (Unila) dalam waktu singkat.

"Jadi dia benar-benar kayak kalau misalnya belajar itu bener-bener kayak gitu banget. Iya pas kemarin lulusnya cum laude termasuk," katanya.

Pihak keluarga memberikan rincian lebih lanjut mengenai masa studi Vica di kampus tersebut hingga meraih predikat kelulusan terbaik.

"(Lulus) Tahun 2024, tiga setengah tahun di Unila," sambungnya.

Selain prestasi akademik, Nina menyebutkan bahwa Vica dikenal sebagai pribadi yang taat dalam menjalankan kewajiban agama. Menurut penuturannya, sang adik masih menyempatkan diri untuk beribadah tepat sebelum menaiki kereta pada malam nahas tersebut.

"Orangnya cantik, pinter, nggak neko-neko, rajin ngaji dia. Rajin ngaji, rajin salat, jadi kayak sebelum dia naik KRL pun itu juga salat magrib dulu, jadinya kayak 'Ya Allah'," katanya.

Proses evakuasi sempat dilakukan oleh warga sekitar terhadap taksi yang menghalangi rel sebelum tabrakan fatal terjadi. Hingga saat ini, insiden tersebut tercatat sebagai salah satu kecelakaan transportasi kereta api dengan jumlah korban jiwa yang signifikan di wilayah Bekasi.