Kecelakaan Maut Kereta Api Tabrak Bus di Bangkok Tewaskan Delapan Orang

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Insiden kecelakaan maut yang melibatkan kereta barang dan sebuah bus dilaporkan terjadi di Bangkok, ibu kota Thailand. Peristiwa tragis yang berlangsung pada hari Sabtu (16/5) tersebut mengakibatkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dikutip dari Detikcom yang melansir kantor berita AFP pada Sabtu (16/5/2026), pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa petugas pemadam kebakaran bersama tim penyelamat telah dikerahkan untuk mensterilkan dan menutup lokasi kejadian.

Dampak dari tabrakan di persimpangan pusat kota yang tergolong padat tersebut memicu evakuasi para pejalan kaki. Kawasan ini dikenal sebagai jalur sibuk yang dilewati oleh puluhan ribu kendaraan setiap harinya.

"Delapan orang tewas dan 35 lainnya terluka," kata kepala polisi Bangkok, Urumporn Koondejsumrit, kepada AFP.

Sejumlah dokumentasi foto yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik sebelum kecelakaan. Kereta api tampak melaju dengan kecepatan sedang saat mendekati perlintasan sebidang, sebelum akhirnya menghantam bus hingga langsung terbakar.

"Api sudah padam dan kami sedang berusaha mengeluarkan jenazah," kata Urumporn.

Kobaran api dilaporkan merambat dengan sangat cepat setelah benturan keras terjadi.

"Saya tidak berani menoleh ke belakang untuk melihat apakah ada korban," kata seorang saksi yang berada di dekat persimpangan jalan bersama putrinya kepada stasiun penyiaran publik Thai PBS.

Merespons tragedi ini, Pemerintah Thailand langsung mengambil tindakan tegas. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan investigasi mendalam guna menyelidiki penyebab pasti dari insiden tersebut, berdasarkan rilis resmi dari kantornya.

Kasus kecelakaan transportasi dengan fatalitas tinggi diketahui cukup sering melanda Thailand. Negara ini berulang kali menempati posisi atas dalam daftar jalan paling mematikan di dunia, dengan faktor pemicu utama meliputi laju kendaraan yang tinggi, mengemudi dalam pengaruh alkohol, serta lemahnya penegakan hukum.