Kekerasan Anak Mengintai di Daycare, Orang Tua Diminta Waspada

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Rekaman CCTV menunjukkan dugaan kekerasan terhadap balita oleh pegawai daycare di Banda Aceh, (22/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kasus kekerasan anak di lingkungan daycare kembali menjadi perhatian serius. Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, DR. dr. Fitri Hartanto, Sp.A, Subsp TKPS (K), fenomena ini sebenarnya bukan hal baru dan telah terjadi sejak lama, bahkan kemungkinan banyak yang tidak terlaporkan.

Ia menyinggung kasus yang sempat mencuat pada 2014 di Jakarta Pusat, dan berlanjut hingga beberapa tahun terakhir. Berbagai kejadian kekerasan terhadap anak dilaporkan terjadi di sejumlah daerah seperti Depok, Riau, Jakarta Timur, Surabaya pada 2025, hingga yang terbaru di Yogyakarta dan Banda Aceh.

“Saya yakin 2014-2024 pasti juga ada, tapi tidak terlaporkan,” kata dr. Fitri dalam webinar bersama IDAI, Rabu (29/4).

Data Mengkhawatirkan Daycare di Indonesia

Ilustrasi balita dititipkan di daycare. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2020, kondisi daycare di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Data tersebut menunjukkan sejumlah fakta yang memprihatinkan terkait kualitas dan standar pengasuhan anak.

Sebanyak 66,7 persen tenaga pengasuh di daycare diketahui tidak memiliki sertifikat profesi. Artinya, jumlah pengasuh yang benar-benar tersertifikasi bahkan kurang dari separuh.

“Dan 44 persen dari tempat penitipan anak itu tidak memiliki legalitas yang jelas. Dan 25,3 persen tidak memiliki standar operasional prosedur. Apa yang harus dilakukan pada saat mereka menerima asuhan yang mestinya dilakukan dengan baik. Dan 29,3 persen tidak memiliki visi dan misi yang jelas,” tuturnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak daycare yang belum memenuhi standar dasar dalam memberikan lingkungan yang aman dan layak bagi anak.

Ilustrasi Anak di Daycare. Foto: moaarif/Shutterstock

Pentingnya Perlindungan Anak Sejak Dini

Menurut dr. Fitri, masa awal kehidupan anak merupakan periode krusial yang sangat menentukan masa depan mereka. Anak yang mengalami masalah, termasuk kekerasan, di usia dini berisiko membawa dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembangnya.

“Anak ini tidak boleh mempunyai masalah di saat usia-usia awalnya, karena akan mempengaruhi masa depannya,” imbuh dr. Fitri

Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. IDAI sendiri telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak sebagai bentuk komitmen dalam mendorong lingkungan yang aman bagi anak-anak.

kumparan post embed