Kelahiran di Korea Meningkat, Didorong Wanita Usia 30-an

Sedang Trending 2 jam yang lalu

JUMLAH bayi yang lahir di Korea Selatan melonjak pada Februari 2026. Hal ini sebuah momen langka di negara yang sedang menghadapi salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia.

Sebanyak 22.898 bayi lahir pada Februari. Angka ini meningkat 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis Kementerian Data dan Statistik pada Rabu 22 April 2026. Seperti dilansir Koreabizwire, angka ini menjadi yang tertinggi untuk bulan Februari sejak 2019, sekaligus tingkat pertumbuhan terkuat untuk bulan tersebut sejak pencatatan dimulai pada 1981.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kenaikan ini dimulai sejak pertengahan 2024, ketika jumlah kelahiran bulanan mulai meningkat setelah bertahun-tahun mengalami penurunan. Peningkatan tersebut sebagian besar didorong oleh perempuan berusia 30-an. Angka kelahiran per 1.000 perempuan naik tajam pada kelompok usia awal 30-an dan akhir 30-an, sementara peningkatan pada perempuan usia akhir 20-an masih relatif lebih kecil.

Tingkat fertilitas total Korea Selatan alias rata-rata jumlah anak yang diperkirakan akan dimiliki seorang perempuan sepanjang hidupnya, naik tipis menjadi 0,93 pada Februari 2026. Walau begitu, jumlah itu masih jauh di bawah tingkat penggantian populasi.

Indikator demografis lainnya menunjukkan hasil yang beragam. Jumlah pernikahan turun 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 18.557. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh semakin sedikitnya jumlah hari kerja selama libur panjang Tahun Baru Imlek.

Jumlah perceraian turun 15,6 persen menjadi 6.197, sementara angka kematian menurun 3,5 persen menjadi 29.172. Meskipun terjadi peningkatan kelahiran, negara tersebut tetap mencatat penurunan populasi alami sebesar 6.275 jiwa pada bulan tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa pemulihan demografi Korea Selatan masih rapuh dan tantangan yang dihadapi tetap besar. “Peningkatan jumlah perempuan hamil dan bertambahnya pendaftaran kelahiran merupakan tanda positif,” ujar seorang pejabat pemerintah seperti dilansir Seoul Economic Daily.

“Jika tren ini berlanjut, angka kelahiran tahun ini kemungkinan akan memasuki fase pemulihan lebih cepat dari yang diperkirakan," kata pejabat itu.

Jumlah kelahiran pada Januari tahun ini, menurut badan statistik nasional, juga mencapai 26.916, naik 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melanjutkan tren yang sama. Jika peningkatan ini berlanjut, para analis memperkirakan tingkat fertilitas total tahun ini dapat melampaui 0,9.

Angka tersebut akan melampaui proyeksi tingkat fertilitas total dalam “skenario tinggi” yang sebelumnya disampaikan badan statistik nasional, yang didasarkan pada tren pernikahan dan kelahiran hingga 2022. Lembaga tersebut sebelumnya memperkirakan tingkat fertilitas total tahun ini sebesar 0,8, namun Korea sudah mencapai angka tersebut tahun lalu, satu tahun lebih cepat dari jadwal. Akibatnya, waktu untuk mencapai tingkat fertilitas 1,0 dalam proyeksi baru juga berpotensi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

“Prediksi pasti sulit dilakukan karena banyak variabel,” kata seorang pejabat badan statistik nasional. “Namun, mengingat tingkat fertilitas total sudah melampaui 0,8 tahun lalu, kami memperkirakan tren positif ini akan berlanjut tahun ini.”