Kelompok Tani Cakung Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Pertanian Hidroponik

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kelompok Tani Buaran Citra Lestari mengalihfungsikan lahan terbengkalai seluas 1.500 meter persegi menjadi kawasan pertanian urban produktif di RT 09/RW 13 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, hingga memasuki April 2026. Inisiatif yang dimulai sejak 2021 ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal dan menciptakan nilai ekonomi bagi warga perkotaan.

Transformasi lahan milik pemerintah daerah tersebut mencakup pembangunan fasilitas budidaya ikan sistem bioflok serta instalasi hidroponik yang diresmikan pada Desember 2022. Dilansir dari Bloombergtechnoz, berbagai komoditas seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, hingga cabai rawit kini tumbuh di area yang sebelumnya tidak terpakai.

Ketua Kelompok Tani Buaran Citra Lestari, Lydwina, menjelaskan bahwa aktivitas ini berawal dari keinginan warga untuk memanfaatkan lahan kosong saat tren urban farming meningkat. Pengelolaan area ini dilakukan secara bertahap oleh warga yang mayoritas merupakan pensiunan untuk mengisi waktu luang secara produktif.

Kapasitas operasional kelompok semakin meningkat setelah menerima bantuan sarana dan pelatihan dari program BRI Bertani di Kota (BRInita) sejak tahun 2025. Dukungan tersebut meliputi pembangunan greenhouse, ruang pengelolaan maggot, serta renovasi fasilitas budidaya anggur untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," kata Lydwina, Ketua Kelompok Tani Buaran Citra Lestari.

Sepanjang tahun 2026, para anggota kelompok terus mendapatkan pendampingan teknis mulai dari strategi pemasaran produk hingga pembuatan kerajinan ecoprint. Hasil panen segar dan produk olahan, termasuk teh bunga telang, dipasarkan langsung kepada masyarakat sekitar guna memutar modal operasional kawasan hijau tersebut.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa program CSR BRI Peduli ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui metode vertikultur dan wall gardening. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah keterbatasan lahan perkotaan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi kaum perempuan.

Data internal menunjukkan program BRInita telah menjangkau 40 kelompok tani di berbagai wilayah dengan keterlibatan 1.351 individu sejak diluncurkan pada 2022. Selain meningkatkan pendapatan warga, program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan penyediaan pupuk organik secara mandiri.