Pesantren di era disrupsi teknologi dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan memenangkan kepercayaan publik. Seperti diberitakan oleh Cahaya, semangat itulah yang menjadi fokus utama Workshop Pengasuh Pesantren Batch-2 yang digelar di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program untuk 5.000 pengasuh pesantren seluruh Indonesia itu dilaksanakan penuh oleh Imam Jazuli Foundation. Acara ini menghadirkan para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Lokakarya ini dibuka Direktur Pesantren Kementerian Agama RI Dr Basnang Said, Kakanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Dudu Rohman, Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon H Slamet MAg, Kepala Kemenag Banjar H Ahmad Fikri Firdaus MAg serta Kepala Kemenag Subang H Dr Badruzzaman.
Kementerian Agama mengapresiasi komitmen KH. Imam Jazuli yang dinilai bersedia berbagi pengalaman secara intensif kepada para pengasuh pesantren. Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhamad SH bersama sejumlah Ketua PCNU dari berbagai daerah di Jawa Barat juga hadir membuka workshop tersebut.
Para tokoh mengaku kagum terhadap kesediaan Pesantren Bina Insan Mulia yang memiliki lebih dari 5.000 santri untuk berbagi pengalaman dan strategi pertumbuhan kepada pesantren lain. Panitia menyebut, dari lebih 250 pendaftar, hanya 126 pengasuh pesantren yang lolos seleksi untuk mengikuti workshop tersebut.
"Ini karena syarat untuk mengikuti harus pengasuh, tidak bisa diwakilkan, dan harus memiliki santri minimal 100 orang," kata panitia.
Dari hasil kuesioner, sebanyak 85 persen peserta mengaku mendapat perspektif baru mengenai peluang lulusan pesantren menembus perguruan tinggi negeri dan mendapatkan beasiswa luar negeri.
"Penjelasan KH Imam Jazuli sebagai konseptor dan eksekutor atas berbagai strategi untuk menembus PTN dalam negeri dan kampus luar negeri di workshop ini membuat kami makin paham dan makin banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh pesantren," ungkap KH Anas Nasrudin dari Ciamis.
KH Hasan Sadili dari Sukabumi juga mengaku memperoleh peta jalan transformasi pesantren yang lebih aplikatif dibanding pelatihan lain yang pernah diikutinya.
"Dari workshop ini saya mendapatkan peta jalan untuk melakukan transformasi di pesantren. Sebelum-sebelumnya, saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan semacam ini untuk pesantren, tetapi bahasannya lebih banyak ke motivasi dan penyadaran, belum ke aksi, apalagi diberi trip dan trik-trik rahasia seperti di workshop ini," ujarnya.
Sementara itu, KH Apip Ifan Permadi dari Tasikmalaya menilai workshop tersebut membuka wawasan mengenai kekuatan media sosial untuk pertumbuhan pesantren.
"Bagi saya, workshop ini memberi gambaran mengenai dahsyatnya kekuatan medsos bagi yang bisa menggunakan. Kia Imam Jazuli menjelaskan dari pengalaman nyata dan cara-cara menggunakan kekuatan medsos untuk pertumbuhan pesantren. Yang lebih mengagumkan, peserta juga akan diberi pelatihan khusus mengenai digital marketing untuk branding pesantren," jelas KH Apip Ifan Permadi.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjadi lebih kuat dan relevan di tengah perubahan besar akibat disrupsi teknologi. Menurutnya, pertumbuhan pesantren sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan tingkat kepercayaan masyarakat.
"Saya akan berbagi pengalaman agar para pengasuh pesantren bisa menghantarkan lulusannya masuk PTN terdepan dalam negeri dan mendapatkan beasiswa ke kampus-kampus luar negeri. Targetnya, supaya ribuan santri berhasil menjadi orang yang shaleh sekaligus dapat menempati posisi-posisi strategis dalam pembangunan," tegas Kiai Imam.
"Cukup sedikit saja jumlah santri yang menjadi da’i atau ustadz dalam pengertian hari ini," tambahnya.
Ia menilai pengasuh pesantren perlu mulai melakukan perubahan di bidang kurikulum, manajemen SDM dan keuangan, branding, digital marketing, hingga strategi menembus kampus unggulan dunia.
"Forum ini lebih bersifat berbagi pengalaman dari hasil yang telah nyata di Bina Insan Mulia, bukan menggurui para kiai, apalagi menyalahkan yang eksisting," ungkap Kiai Imam di penutupan.
Sebagai penutup, panitia menghadirkan berbagai doorprize menarik dari Imam Jazuli Foundation, mulai dari paket ziarah wali songo, wisata dalam negeri, menginap di hotel Aston, hingga hadiah perjalanan ke luar negeri.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·