Kemenag Terapkan Layanan Satu Pintu di Seluruh Embarkasi Haji 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah resmi memberlakukan mekanisme One Stop Service (OSS) di seluruh embarkasi untuk menyederhanakan alur pelayanan jemaah haji 2026. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, kebijakan ini bertujuan menciptakan proses pemberangkatan yang lebih ringkas dan manusiawi mulai Rabu (22/4/2026).

Sistem ini mengintegrasikan berbagai tahapan administratif dan kesehatan dalam satu lokasi di aula penerimaan. Jemaah kini tidak perlu lagi berpindah tempat untuk menyelesaikan pemeriksaan kesehatan akhir, verifikasi paspor, hingga pengambilan uang saku sebesar 750 riyal Arab Saudi.

Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji, Abdul Haris, memberikan penegasan mengenai kesiapan fasilitas tersebut saat meninjau operasional di lapangan. Ia memantau langsung alur pelayanan yang kini hanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk setiap kelompok terbang.

"Layanan pertama bagi jamaah harus betul-betul terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah melaksanakan SOP yang kami tetapkan, yaitu OSS," ujar Abdul Haris, Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji.

Penerapan teknologi digital menjadi pilar utama dalam transformasi ini melalui pembagian Kartu Nusuk di tingkat embarkasi. Identitas digital tersebut terhubung langsung dengan sistem Siskohat dan platform Arab Saudi guna memastikan akses jemaah terhadap hotel serta transportasi di Tanah Suci terjamin keamanannya.

Inovasi ini juga menitikberatkan pada aspek kemanusiaan, khususnya bagi jemaah lanjut usia yang mendominasi kuota tahun ini. Pemerintah menyediakan jalur prioritas dan memangkas waktu tunggu secara signifikan agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga sebelum terbang.

Efisiensi birokrasi melalui OSS berdampak langsung pada struktur biaya haji 2026 yang menjadi lebih stabil. Saat ini, jemaah hanya menanggung beban biaya sebesar 62 persen dari total keseluruhan, sementara sisa pembiayaan dialokasikan dari hasil pengelolaan dana haji oleh pemerintah.