Gerakan lingkungan global Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April bermula dari aksi protes massa di Amerika Serikat pada 1970 untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan planet. Peristiwa tahunan ini kini melibatkan miliaran orang di lebih dari 193 negara sebagai bentuk komitmen kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Munculnya Hari Bumi dipicu oleh meningkatnya kerusakan alam pada akhir 1960-an, termasuk tumpahan minyak besar di Santa Barbara tahun 1969. Selain itu, publikasi buku "Silent Spring" karya Rachel Carson pada 1962 turut menjadi katalis penting yang mendokumentasikan dampak berbahaya pestisida DDT terhadap kesehatan manusia dan ekosistem.
Senator Gaylord Nelson asal Wisconsin diakui sebagai pendiri utama gerakan ini setelah melihat potensi format diskusi aktivis anti-Perang Vietnam untuk diterapkan pada isu lingkungan. Nelson kemudian menunjuk mahasiswa pascasarjana Harvard, Denis Hayes, sebagai koordinator nasional untuk memperluas skala gerakan tersebut ke tingkat nasional.
Partisipasi publik pada perayaan perdana tahun 1970 mencapai 20 juta orang, menjadikannya demonstrasi satu hari terbesar dalam sejarah Amerika Serikat saat itu. Gerakan ini mendapatkan dukungan signifikan dari Serikat Pekerja Otomotif (UAW) yang menunjukkan bahwa isu lingkungan mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat di luar kalangan akademisi.
Momentum Hari Bumi berhasil mendorong perubahan kebijakan fundamental, termasuk pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) AS pada Desember 1970. Dampak politik lainnya mencakup pengesahan regulasi krusial seperti Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act) dan Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act) sepanjang dekade tersebut.
Peringatan ini mulai mendunia pada tahun 1990 di bawah organisasi Denis Hayes dengan melibatkan 200 juta peserta di 140 negara. Transformasi menjadi fenomena internasional ini membuka jalan bagi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Bumi PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992.
Selain tanggal 22 April, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memiliki tradisi memperingati Hari Bumi setiap 20 Maret yang bertepatan dengan ekuinoks musim semi. Tanggal tersebut dicanangkan oleh aktivis perdamaian John McConnell pada 1969 sebagai penghormatan terhadap konsep perdamaian dunia dan kelestarian Bumi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·